Listrik Padam Massal di Sumatera, PLN Butuh 8 Jam untuk Pemulihan

Breakingnews14 Dilihat

ACEH – Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat sebagian besar daerah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Riau mengalami gelap gulita dalam waktu bersamaan.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena terjadi pada jam aktivitas malam hari saat warga masih beraktivitas di rumah, pusat perbelanjaan, rumah makan hingga fasilitas umum lainnya. Tidak sedikit warga yang mengaku panik karena listrik padam mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Berdasarkan informasi sementara dari pihak PLN, gangguan terjadi akibat masalah pada sisi gardu induk pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. Akibat gangguan itu, sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) dilaporkan terpisah pada pukul 18.44 WIB.

Kondisi tersebut menyebabkan sistem Sumatera Bagian Utara mengalami blackout atau padam total. Gangguan disebut terjadi pada jaringan transmisi tegangan tinggi Rumai–Muaro Bungo 275 kV yang menjadi salah satu jalur penting penyaluran listrik di wilayah Sumatera.

Dampaknya, aliran listrik di sejumlah provinsi langsung terganggu secara luas. Di Aceh, beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman total. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan tersebut. Ia memastikan seluruh tim PLN sedang bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini listrik padam karena ada permasalahan dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi. Tim PLN sedang melakukan progress recovery,” ujar Ajrun dalam keterangan singkatnya.

PLN menyebut proses recovery atau pemulihan sistem dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan jaringan. Proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena sistem kelistrikan harus dinormalkan secara hati-hati agar tidak memicu gangguan lanjutan.

Menurut estimasi sementara, pemulihan total diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi teknis di lapangan. Hingga malam hari, petugas PLN masih terus berjibaku melakukan penormalan sistem di berbagai titik jaringan transmisi dan gardu induk.

Pemadaman massal ini juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Sejumlah usaha kuliner dan toko terpaksa menghentikan operasional sementara. Layanan internet di beberapa daerah juga ikut terganggu akibat padamnya pasokan listrik.

Selain itu, masyarakat ramai membagikan kondisi wilayah mereka yang gelap gulita melalui media sosial. Tagar terkait listrik padam dan PLN pun sempat ramai diperbincangkan warga di berbagai platform digital.

PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar selama proses pemulihan berlangsung. Warga juga diminta berhati-hati saat menggunakan lilin atau genset sebagai penerangan darurat guna menghindari risiko kebakaran maupun kecelakaan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan jaringan listrik masih terus dilakukan oleh petugas PLN di berbagai wilayah terdampak.(**)