Jakarta — Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat transformasi layanan digital dengan menghadirkan kemudahan pembayaran iuran anggota Muhammadiyah melalui superapps BYOND by BSI. Inovasi ini memungkinkan sekitar 16 juta anggota Muhammadiyah untuk membayar iuran secara praktis dan terintegrasi dalam satu platform digital, (28/01/2026).
Fitur pembayaran iuran tersebut dapat diakses dengan mudah melalui menu Bayar – Iuran Muhammadiyah di aplikasi BYOND by BSI. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BSI dan Muhammadiyah, yang juga melibatkan berbagai platform digital Persyarikatan seperti MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) serta SatuMu, sistem digital terpadu berbasis satu data Muhammadiyah.
Penguatan Ekosistem Digital Muhammadiyah
Saat ini, MASA masih dalam tahap pengembangan dan dirancang menjadi payung utama yang akan mengintegrasikan seluruh platform digital Muhammadiyah, termasuk SatuMu. Platform ini mendukung tata kelola organisasi dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, hingga layanan amal usaha.
SatuMu sendiri memiliki enam fitur utama. Dua di antaranya telah aktif, yaitu:
Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) yang sudah merekam lebih dari 3 juta anggota
Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi dari tingkat Pimpinan Pusat hingga ranting
Sementara empat fitur lainnya masih dalam tahap pengembangan, meliputi:
IuranMU
JDIH (Jaringan Informasi dan Dokumentasi Hukum)
Sistem Manajemen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)
Sistem Manajemen Kesehatan (PKU)
Sinergi BSI dan Muhammadiyah
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi besar antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan terbesar di Indonesia dengan BSI sebagai bank syariah nasional.
“Melalui integrasi aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara mudah, aman, dan terintegrasi secara digital,” ujar Kemas.
Selain itu, BSI juga menyediakan dukungan fasilitas transaksi lainnya seperti QRIS Soundbox untuk mempermudah pembayaran di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kemas menegaskan, penguatan kapasitas digital menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.
“Transformasi digital ini akan menciptakan ekosistem baru yang mendorong pertumbuhan transaksi digital syariah di Indonesia,” pungkasnya.(**)






