Sabang – Pemerintah Kota Sabang bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sabang resmi mengajukan pencalonan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI Tahun 2030. Berkas permohonan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, kepada KONI Aceh di Gedung KONI Aceh, Jumat (6/11) siang.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota didampingi Ketua KONI Kota Sabang, Raja Darmawan, dan Plt. Sekretaris Daerah Kota Sabang Rinaldi Syahputra.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, mengatakan pengajuan tersebut merupakan langkah awal untuk menunjukkan keseriusan Kota Sabang dalam mengambil bagian sebagai tuan rumah salah satu ajang olahraga terbesar di Aceh. Menurutnya, PORA belum pernah diselenggarakan di Sabang sehingga kesempatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi daerah untuk ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi.
“Kami berharap pencalonan ini bisa mendapat dukungan dan menjadi kesempatan bagi Sabang untuk menjadi tuan rumah PORA XVI 2030. Hal ini tentu membutuhkan persiapan dan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, KONI, insan olahraga maupun masyarakat,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, kesempatan tuan menjadi rumah PORA bukan hanya tentang penyelenggaraan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi peluang bagi Sabang untuk mengembangkan potensi atlet, meningkatkan fasilitas olahraga, serta memperkenalkan daerah kepada masyarakat luas.
Zulkifli menambahkan, Sabang memiliki potensi alam yang dapat mendukung penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga. Selain memiliki danau dan waduk yang berpotensi dimanfaatkan untuk olahraga dayung, kondisi geografis Sabang dengan kawasan perairan dan teluk yang relatif terlindung dari gelombang juga menjadi salah satu potensi untuk mendukung kegiatan olahraga bahari.
“Kita memiliki potensi alam yang bisa mendukung kegiatan olahraga. Harapannya, jika Sabang dipercaya menjadi tuan rumah PORA, potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Di sisi lain, penyelenggaraan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan sport pariwisata, sehingga tidak hanya mendorong kemajuan olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat,” tutupnya.






