Pemko Banda Aceh Perkuat Pendidikan, Gelar Pasar Murah

Banda Aceh44 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rentang 22–25 Oktober 2026, sejumlah agenda dilaksanakan, mulai dari pembukaan pengajuan bantuan pendidikan keagamaan, penyelenggaraan pasar murah bersubsidi, hingga peninjauan kurikulum pelatihan kerja melalui program Banda Aceh Academy.

Rangkaian kegiatan tersebut menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan keagamaan, pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga, maupun peningkatan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja.

Selain program pemerintah, kegiatan sosial masyarakat turut mewarnai aktivitas di Banda Aceh, salah satunya tradisi memasak kuah beulangong dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pango Raya.

Baitul Mal Buka Pengajuan Bantuan Senif Fisabilillah

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pembukaan pengajuan Bantuan Senif Fisabilillah Tahun 2026 melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Program yang dibuka pada 22–28 Oktober 2026 tersebut menyasar tenaga pengajar TPA/TPQ, majelis taklim, dan balai pengajian. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan para pengajar sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Yusuf Al Qardawy, menyampaikan bahwa penerimaan berkas persyaratan dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 2 November 2026.

Berkas permohonan dapat diserahkan ke Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh di Jalan Politeknik Aceh, Kompleks Keistimewaan, Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng. Pelayanan penerimaan berkas berlangsung pukul 09.00–16.00 WIB.

Persyaratan pengajuan disesuaikan dengan kategori calon penerima. Untuk TPA/TPQ, lembaga harus telah beroperasi sekurang-kurangnya dua tahun, terdaftar pada Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, memiliki minimal 30 santri dan tiga tenaga pengajar, serta mempunyai tempat pengajian tersendiri.

Sementara itu, majelis taklim harus memiliki sedikitnya 15 jemaah dan menyelenggarakan kegiatan pengajian minimal satu kali dalam sebulan.

Adapun balai pengajian diwajibkan memiliki sekurang-kurangnya 15 santri aktif. Setiap pemohon juga harus melengkapi dokumen kelembagaan dan surat keterangan aktif sesuai dengan ketentuan masing-masing kategori.

Melalui program tersebut, Baitul Mal diharapkan dapat terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan pendidikan keagamaan, sekaligus membantu lembaga pengajian dalam menjalankan perannya membina generasi muda dan masyarakat.

Pasar Murah Bersubsidi untuk Ringankan Beban Warga

Upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok juga dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui penyelenggaraan pasar murah pada Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan tersebut berlangsung di halaman Masjid Bani Salim, Gampong Lampaseh Kota.

Pasar murah ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemko Banda Aceh memberikan subsidi sebesar Rp80.000 untuk setiap paket sembako.

Paket yang disediakan terdiri atas beras 10 kilogram, minyak goreng dua liter, gula pasir satu kilogram, dan telur sebanyak 30 butir.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan ini turut melibatkan Bulog Banda Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Melalui pasar murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih ringan, terutama ketika harga sejumlah komoditas pangan mengalami perubahan.

Selain memberikan manfaat langsung kepada konsumen, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Banda Aceh Academy Siapkan Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) peninjauan dan pendalaman kurikulum serta modul Banda Aceh Academy di Balai Keurukoen, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi dan menyempurnakan materi pelatihan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia kerja.

Dalam arahannya, Illiza menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga memperhatikan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.

Menurutnya, program pelatihan harus mampu membekali peserta dengan kompetensi yang relevan sehingga dapat meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Karena itu, proses peninjauan kurikulum perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku industri, akademisi, komunitas, dan perbankan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui Banda Aceh Academy, Pemko Banda Aceh berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Penyempurnaan kurikulum dan modul diharapkan membuat program tersebut semakin efektif dalam membantu masyarakat meningkatkan kompetensi, memperkuat daya saing, serta memanfaatkan peluang kerja dan usaha yang tersedia.

Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid di Pango Raya

Di tengah rangkaian agenda pemerintahan, semangat kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan masyarakat Gampong Pango Raya yang bergotong royong memasak kuah beulangong untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi memasak hidangan khas Aceh tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial dan keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Warga bersama-sama menyiapkan bahan, memasak kuah beulangong menggunakan belanga berukuran besar, hingga menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama.

Kuah beulangong yang telah matang kemudian disajikan kepada warga serta dibagikan kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang terus dipelihara masyarakat Aceh.

Melalui tradisi tersebut, hubungan antarwarga semakin erat. Masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sinergi Program Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat

Berbagai kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 tersebut memperlihatkan beragam upaya yang dilakukan di Banda Aceh, mulai dari dukungan terhadap pendidikan keagamaan, bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, hingga peningkatan keterampilan masyarakat.

Program bantuan melalui Baitul Mal diarahkan untuk mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan. Sementara itu, pasar murah menjadi salah satu upaya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Di sisi lain, penyempurnaan kurikulum Banda Aceh Academy diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja dan mengembangkan usaha.

Berbagai program tersebut perlu didukung dengan pelaksanaan yang tepat sasaran, keterlibatan masyarakat, serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kota Banda Aceh.(**)