Berduka, Tgk Ahmada Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Tgk Akhyar A Rasyid

Aceh Besar114 Dilihat

BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Telah berpulang ke Rahmatullah salah satu tokoh politik Aceh, Teungku Akhyar A Rasyid, Wakil Ketua Mahkamah Partai Aceh dan Mantan Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh.

Kabar duka tersebut disampaikan secara langsung oleh Anggota DPD-RI / MPR-RI Dapil Aceh 2024-2029, Teungku Ahmada, melalui poster duka cita resmi yang beredar di media sosial pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dalam poster tersebut, Tgk Ahmada yang mengenakan baju putih, peci hitam dan syal kotak-kotak tampak menyampaikan duka mendalam. Di sampingnya, terpampang foto almarhum Tgk Akhyar A Rasyid dalam bingkai emas, mengenakan jas hitam dan dasi, sosok yang dikenal santun dan berdedikasi selama mengabdi di parlemen Aceh.

Poster duka itu bertuliskan kalimat istirja Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un_ dan doa: Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu…_ sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum.

“Atas Berpulang Ke Rahmatullah Tgk. Akhyar, Tgk Akhyar A Rasyid, Wakil Ketua Mahkamah Partai Aceh, Mantan Anggota DPR Aceh Fraksi PA. Semoga almarhum husnul khatimah,” tulis dalam poster tersebut.

Tgk Ahmada dalam keterangannya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Tgk Akhyar. Menurutnya, almarhum adalah sosok pejuang Aceh yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dan tenaga untuk Aceh, baik semasa di DPR Aceh maupun saat mengabdi di Mahkamah Partai Aceh.

“Kita sangat berduka atas berpulangnya sahabat, saudara kita Tgk Akhyar A Rasyid. Beliau orang baik, pejuang yang konsisten. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa beliau, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan,” ujar Beliau”.

Sosok Tgk Akhyar A Rasyid dikenal luas di kalangan Partai Aceh dan masyarakat. Selama menjadi Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, beliau dikenal vokal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjaga nilai-nilai MoU Helsinki dan keistimewaan Aceh.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Partai Aceh, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh yang mengenal dedikasi beliau.

Doa dan ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai kalangan tokoh politik, ulama, dan masyarakat di media sosial.(**)