JAKARTA — Suasana haru mewarnai momen setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Di tengah suasana resmi dan penuh khidmat usai pelantikan, perhatian tertuju pada momen ketika Jenderal Suyudi menghampiri sang ibunda yang hadir langsung menyaksikan putranya menerima amanah sebagai orang nomor satu di institusi Polri.
Dengan penuh penghormatan dan kasih sayang, Suyudi bertekuk lutut atau bersimpuh di hadapan ibundanya yang sejak awal mengikuti rangkaian pelantikan dari barisan keluarga.
Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan. Suyudi kemudian mencium dan menggenggam tangan sang ibu. Sikap tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih kepada sosok yang telah mendampingi perjalanan hidupnya hingga mencapai posisi tertinggi di institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Sang ibunda diketahui berada di Istana Negara sejak rangkaian pelantikan dimulai. Ia menyaksikan prosesi tersebut dari barisan keluarga dengan duduk di atas kursi roda hingga acara selesai.
Setelah menyampaikan penghormatan kepada ibundanya, Suyudi juga menghampiri istri dan anak-anaknya. Ia memeluk anggota keluarganya satu per satu. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas dalam pertemuan keluarga tersebut setelah Suyudi resmi mengemban jabatan sebagai Kapolri.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi pelantikan Kapolri dan sejumlah pejabat lainnya di Istana Negara. Prosesi pelantikan dimulai sekitar pukul 14.20 WIB dan berakhir pada pukul 14.55 WIB.
Usai dilantik, Suyudi bersama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menunjukkan salam komando. Keduanya kemudian menyampaikan keterangan pers di ruangan pelantikan.
Pelantikan Suyudi menandai dimulainya tugas baru sebagai pimpinan tertinggi Polri. Sebelumnya, Jenderal Suyudi Ario Seto dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai penugasan di lingkungan kepolisian.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Listyo Sigit menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Di balik rangkaian agenda kenegaraan yang berlangsung formal, momen Suyudi bersimpuh dan mencium tangan ibundanya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Momen sederhana tersebut memperlihatkan sisi personal seorang pejabat negara ketika menerima amanah besar, sekaligus penghormatan kepada orang tua yang hadir mendampingi perjalanan kariernya.
Kehadiran sang ibu dengan kursi roda hingga prosesi pelantikan selesai juga menambah suasana emosional dalam momen tersebut. Setelah resmi menjadi Kapolri, Suyudi memilih menemui keluarganya terlebih dahulu dan memberikan penghormatan kepada ibundanya.
Momen tersebut pun menjadi gambaran kedekatan Suyudi dengan keluarganya di tengah momentum penting dalam perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri.(**)












