JAKARTA – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026 kembali menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen kebangsaan. Anggota Komisi III DPR RI, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si, menyampaikan pesan kebangsaan yang kuat tentang peran Pancasila sebagai perekat utama bangsa.
Dalam flyer ucapan resmi Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 yang menampilkan Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya sebagai latar, Nasir Djamil menuliskan pesan: _”Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”_
Pesan tersebut, menurut politisi senior PKS yang juga dikenal dengan inisial NJ ini, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
“Hari Kesaktian Pancasila adalah hari untuk mengingat kembali bahwa ideologi Pancasila telah teruji oleh sejarah. Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafal, tetapi nilai hidup yang telah menyelamatkan bangsa ini dari upaya perpecahan. Hari ini, tantangannya bukan lagi pemberontakan fisik, tapi perpecahan akibat hoaks, intoleransi, dan ketidakadilan hukum,” ujar Nasir Djamil di Jakarta, Rabu (1/10/2026).
Sebagai Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan, Nasir Djamil menyoroti pentingnya aktualisasi Pancasila dalam penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus menjadi roh dalam setiap produk hukum dan penegakannya.
“Berdaulat, adil, dan makmur tidak akan tercapai jika hukum masih tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Pancasila Sakti jika keadilan benar-benar dirasakan rakyat. Tugas kita di Komisi III adalah memastikan bahwa hukum menjadi alat pemersatu, bukan alat pemecah,” tegas mantan Ketua Komisi III tersebut.
Ia juga mengaitkan latar belakang Monumen Pancasila Sakti di flyer-nya dengan pengorbanan 7 Pahlawan Revolusi. Menurutnya, pengorbanan para jenderal yang gugur pada peristiwa G30S/PKI adalah bukti bahwa Pancasila harus dijaga dengan nyawa.
“Generasi muda harus tahu sejarah. Monumen di Lubang Buaya itu bukan sekadar patung. Itu adalah saksi bisu bahwa Pancasila pernah ingin diganti. Maka tugas kita sekarang adalah mengisi kesaktian itu dengan kerja nyata: memberantas korupsi, menjaga persatuan, dan memastikan Indonesia tetap berdaulat di tengah gempuran global,” katanya.
Nasir Djamil, yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Aceh, juga mengajak seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia untuk menjadikan momen 1 Oktober sebagai ajang introspeksi.
“Mari kita jadikan Pancasila sebagai panduan dalam bermedia sosial, dalam berpolitik, dalam berbisnis, dan dalam kehidupan sehari-hari. Jika Pancasila dijaga, maka Indonesia akan tetap satu, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Doktor lulusan UIN Ar-Raniry tersebut.
Ucapan Hari Kesaktian Pancasila dari Dr. H. M. Nasir Djamil ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, sebagai bentuk konsistensi seorang legislator dalam merawat nilai-nilai kebangsaan di tengah tugas-tugas legislasi dan pengawasan di DPR RI.(**)












