HRD Pastikan Flyover Enang-Enang Dapat Rp800 Miliar

News127 Dilihat

BENER MERIAH – Rencana pembangunan Jembatan Layang (Flyover) Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah kembali mendapat kepastian setelah proyek infrastruktur strategis tersebut masuk dalam alokasi anggaran pemerintah pusat untuk Tahun Anggaran 2027.

Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) II Aceh, H. Ruslan M Daud (HRD), pada Senin, 28 September 2026, menyampaikan bahwa pembangunan flyover tersebut telah mendapatkan plot anggaran sekitar Rp800 miliar dari APBN 2027.

Kepastian tersebut menjadi perkembangan penting bagi masyarakat Bener Meriah, mengingat proyek Flyover Enang-Enang sebelumnya sempat mengalami penundaan dan belum memperoleh kepastian realisasi.

HRD mengatakan, perjuangan untuk mengawal proyek tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait. Menurutnya, pembangunan Flyover Enang-Enang memiliki arti penting bagi konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo.

“Jembatan ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Dataran Tinggi Gayo. Meskipun sempat mengalami penundaan administrasi, kami di parlemen bersama jajaran PKB terus menekan dan mengawal pengusulan ini hingga akhirnya resmi masuk dalam pagu penganggaran pusat,” ujar HRD.

Flyover Enang-Enang selama ini menjadi salah satu proyek yang dinantikan karena kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah-wilayah di Dataran Tinggi Gayo. Kondisi medan dan karakteristik jalur yang dilalui kendaraan membuat pembangunan infrastruktur yang lebih aman dan memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Apalagi, sejumlah wilayah di Bener Meriah sebelumnya turut menghadapi dampak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur. Karena itu, dukungan anggaran pemerintah pusat dinilai menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan konektivitas dan infrastruktur daerah.

HRD juga meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah tidak hanya menunggu realisasi anggaran dari pemerintah pusat. Ia mendorong pemerintah daerah lebih aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian terkait di Jakarta agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, dengan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, pembangunan infrastruktur dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah memang membutuhkan dukungan APBN.

“Pemerintah daerah harus aktif melakukan jemput bola. Jangan hanya menunggu. Karena proyek sebesar ini tidak mungkin dibebankan kepada APBD daerah,” kata HRD.

Dukungan pembangunan infrastruktur di Bener Meriah juga disebut tidak berhenti pada Flyover Enang-Enang. Sejumlah ruas jalan nasional dan jembatan lainnya turut mendapat perhatian pemerintah pusat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruas jalan nasional Uwer Lah. Penanganan sejumlah infrastruktur tersebut dilaporkan telah memasuki tahapan proses lelang atau tender di tingkat pusat.

Jika berjalan sesuai tahapan yang direncanakan, pembangunan dan penanganan sejumlah infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan komoditas unggulan masyarakat Gayo.

Perkembangan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRK Bener Meriah dari Fraksi PKB, Guntur Alamsyah. Ia menilai pengawalan anggaran di tingkat pusat perlu terus dilakukan agar alokasi yang telah diperjuangkan dapat berujung pada realisasi fisik di lapangan.

Guntur menegaskan, pembangunan Flyover Enang-Enang tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalur Enang-Enang selama ini dikenal sebagai salah satu lintasan penting di kawasan Bener Meriah. Dengan adanya pembangunan flyover, masyarakat berharap persoalan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut dapat ditangani secara lebih baik.

Selain mengurangi risiko kecelakaan, keberadaan infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilisasi hasil bumi dari Dataran Tinggi Gayo menuju berbagai daerah tujuan pemasaran.

Dengan telah masuknya anggaran sekitar Rp800 miliar dalam APBN 2027, perhatian kini beralih pada tahapan teknis dan pelaksanaan proyek. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memastikan seluruh proses berjalan transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bener Meriah dan kawasan Dataran Tinggi Gayo.(**)