Bupati Pidie Terima Kunjungan Akademik Georgetown University

Daerah76 Dilihat

Pidie – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, M.H., menerima kunjungan akademik dari rombongan mahasiswa dan akademisi Georgetown University dalam rangka memperluas wawasan serta pemahaman mengenai berbagai dinamika sosial, perdamaian, dan perkembangan Aceh.

Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Bupati Pidie, Rabu (23/9/2026). Rombongan akademik dipimpin Rektor Georgetown University, Prof. Yuhki Tajma, Ph.D., dan merupakan bagian dari kegiatan akademik mahasiswa serta akademisi program Georgetown Asia Pacific Peace Academy (GAPPA) dari Georgetown University’s School of Foreign Service Asia Pacific (GSAP) Jakarta.

Kegiatan kunjungan akademik tersebut difasilitasi oleh International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) sebagai bagian dari upaya mempertemukan kalangan akademisi dengan para pemangku kepentingan di Aceh.

Pertemuan dengan Bupati Pidie menjadi salah satu ruang dialog untuk mengenal lebih dekat kondisi dan dinamika daerah, khususnya Pidie dalam konteks Aceh. Interaksi langsung antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai kehidupan masyarakat serta berbagai perkembangan yang berlangsung di tingkat lokal.

Kehadiran rombongan Georgetown University juga menunjukkan adanya perhatian dari lingkungan akademik internasional terhadap Aceh sebagai salah satu wilayah yang memiliki pengalaman penting dalam perjalanan sejarah, perdamaian, pembangunan, serta hubungan sosial kemasyarakatan.

Program GAPPA sendiri menjadi bagian dari kegiatan akademik yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi untuk mempelajari berbagai persoalan di kawasan Asia Pasifik, termasuk isu perdamaian dan dinamika masyarakat. Dalam konteks Aceh, pembelajaran lapangan seperti kunjungan ke daerah menjadi penting karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan langsung di luar ruang kelas.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie, kunjungan akademik tersebut juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan lingkungan akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog. Kehadiran Bupati Pidie bersama rombongan akademisi diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan serta memperkaya pemahaman mengenai Aceh dari berbagai sudut pandang.

Melalui kunjungan semacam ini, Pidie tidak hanya menjadi lokasi kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai kehidupan masyarakat, sejarah, budaya, serta berbagai proses sosial yang berkembang di Aceh.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan lembaga kajian dalam mendorong pertukaran pengetahuan serta memperkenalkan berbagai pengalaman lokal kepada masyarakat akademik internasional.(**)