ACEH TAMIANG — Dailymail Indonesia
Kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus mendapat dukungan dari dunia usaha. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk bersama PT Karya Semangat Mandiri menyalurkan 120.000 butir telur bagi warga terdampak banjir, Sabtu (12/9/2026).
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Desa Bundar serta masyarakat di kawasan Kebun Medang Ara, Kecamatan Karang Baru.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, anggota DPRA Aceh Nora Indah, serta anggota DPRK Aceh Tamiang M. Taini, Adlansyah dan Muhammad Nur.

Pimpinan Cabang PT Karya Semangat Mandiri Langsa–Aceh Tamiang, Munawir, SST, bersama sejumlah staf, di antaranya Dra. Aulia Syah Putra dan Yudi Arta, menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, anggota DPRA Aceh Nora Indah, anggota DPRK Aceh Tamiang M. Taini, Adlansyah, Muhammad Nur, Sekjen Partai Demokrat Aceh Tamiang Ansari, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang Irwan Hadi, SP, serta Kepala Bidang Peternakan Yunus.
Munawir mengatakan bantuan telur tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.
“Kita berharap bantuan ini dapat menambah nutrisi dan memenuhi kebutuhan gizi harian anak serta keluarga di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Munawir.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan dan asupan protein menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak, selama berada di lokasi pengungsian atau Huntara.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengapresiasi bantuan yang disalurkan kedua perusahaan tersebut. Ia menilai bantuan pangan bergizi sangat dibutuhkan masyarakat yang masih menghadapi dampak banjir.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada PT Charoen Pokphand dan PT Karya Semangat Mandiri atas kepeduliannya. Bantuan ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama untuk membantu memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Armia.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan unsur legislatif dapat terus diperkuat untuk membantu masyarakat terdampak bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Nora Indah Dorong Percepatan Huntap
Di sisi lain, anggota DPRA Aceh Nora Indah mengatakan perhatian pemerintah ke depan harus diarahkan pada percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir.
Menurutnya, warga tidak seharusnya terlalu lama tinggal di Huntara. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu terus diperkuat agar pembangunan Huntap segera direalisasikan.
“Ke depan kita fokus untuk pembangunan Huntap. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu di Huntara dan fasilitas yang ada harus dipastikan memadai,” kata Nora.
Selain pembangunan Huntap, Nora juga menyoroti kebutuhan masyarakat untuk membersihkan dan memperbaiki rumah yang terdampak banjir. Menurutnya, salah satu langkah yang dapat didorong adalah program padat karya dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia mengatakan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat masih dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah terdampak bencana cukup parah di Aceh.
Nora menyebut koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendorong berbagai program pemulihan pascabencana, termasuk pemulihan fasilitas pemerintahan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
“Harapannya, berbagai program pemulihan ini bisa segera disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang sehingga masyarakat dapat kembali bangkit dan aktivitas pemerintahan serta perekonomian dapat berjalan normal,” ujarnya.
Menurut Nora, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, legislatif dan dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir.








