Tgk Ahmada Hadiri Intat Linto Tgk Mahfudh di Dayah Liwaul Mukhlisin

Aceh Besar3 Dilihat

BANDA ACEH – Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menghadiri prosesi Intat Linto Tgk. Mahfudh, Ananda Abi Thantawi Jauhari, yang berlangsung di Dayah Liwaul Mukhlisin, Lamlagang, Banda Aceh, Minggu (30/8/2026).

Kehadiran Tgk Ahmada dalam prosesi adat tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan keluarga, ulama, serta masyarakat. Dalam suasana penuh kekeluargaan, prosesi Intat Linto berlangsung dengan nuansa adat Aceh yang kental dan dihadiri sejumlah tokoh serta masyarakat setempat.

Intat Linto merupakan salah satu tradisi penting dalam kehidupan masyarakat Aceh, khususnya dalam rangkaian adat perkawinan. Tradisi ini tidak hanya menjadi momentum mengantarkan seorang laki-laki menuju kehidupan rumah tangga, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarkeluarga dan menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pada kesempatan tersebut, Tgk Ahmada tampak mengenakan busana adat Aceh lengkap dengan kupiah meukeutop dan perlengkapan adat lainnya. Penampilannya mencerminkan penghormatan terhadap budaya dan tradisi Aceh yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Prosesi yang berlangsung di lingkungan Dayah Liwaul Mukhlisin tersebut juga memperlihatkan kuatnya suasana kebersamaan. Kehadiran keluarga, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan menjadikan kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Bagi Tgk Ahmada, menghadiri kegiatan masyarakat seperti prosesi Intat Linto bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus membangun komunikasi dan menjaga hubungan silaturahmi. Sebagai wakil Aceh di tingkat nasional, kedekatan dengan masyarakat dinilai penting agar berbagai aspirasi dan dinamika kehidupan masyarakat Aceh dapat terus dipahami.

Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan adat dan keagamaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya Aceh di tengah perkembangan zaman. Tradisi seperti Intat Linto memiliki nilai sosial yang kuat karena mengajarkan penghormatan kepada keluarga, kebersamaan, gotong royong, serta menjaga hubungan baik antarsesama.

Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa adat dan kehidupan sosial masyarakat Aceh masih memiliki tempat penting dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Tradisi yang terus dilestarikan diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda sehingga tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berlangsungnya prosesi Intat Linto Tgk. Mahfudh, Ananda Abi Thantawi Jauhari di Dayah Liwaul Mukhlisin, Lamlagang, Banda Aceh, suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun semakin terasa. Kehadiran Tgk Ahmada bersama masyarakat menjadi bagian dari semangat menjaga silaturahmi sekaligus menghormati adat dan budaya Aceh.(**)