BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama pemerintahan gampong sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melalui pertemuan bersama para Keuchik Gampong se-Kota Banda Aceh, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pertemuan dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban melalui kegiatan ngopi bersama, bincang-bincang, sekaligus menyerap langsung berbagai aspirasi dari para pemimpin gampong.
Bukan sekadar pertemuan seremonial, kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan pemerintahan gampong. Dalam suasana yang lebih cair, para Keuchik dapat menyampaikan secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, masukan, maupun gagasan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pola komunikasi seperti ini dinilai penting karena Keuchik merupakan salah satu unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbagai persoalan yang terjadi di tingkat gampong umumnya lebih cepat diketahui oleh pemerintah gampong, sehingga aspirasi tersebut dapat menjadi bahan penting bagi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyusun kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan.
Melalui dialog informal sambil menikmati kopi, hubungan antara Pemerintah Kota dan para Keuchik juga diharapkan semakin dekat. Kedekatan komunikasi menjadi modal penting untuk membangun koordinasi yang efektif, terutama dalam menjalankan program-program pembangunan yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan langsung pemerintah gampong.
Wali Kota Illiza menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kunci dalam membangun Banda Aceh. Pemerintah kota tidak dapat bekerja sendiri, sebab keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga gampong.
Karena itu, aspirasi yang disampaikan para Keuchik menjadi bagian penting dalam melihat persoalan pembangunan dari perspektif paling dekat dengan masyarakat. Berbagai kebutuhan terkait pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, ekonomi gampong, kebersihan lingkungan, sosial kemasyarakatan hingga peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dapat menjadi bahan pembahasan dalam membangun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun budaya pemerintahan yang terbuka terhadap masukan. Dialog langsung memungkinkan persoalan yang muncul di lapangan disampaikan tanpa sekat birokrasi, sekaligus membuka ruang bagi pemerintah untuk memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi masing-masing gampong.
Langkah ini sejalan dengan semangat membangun Banda Aceh sebagai kota yang mengedepankan kolaborasi. Pemerintah kota dan pemerintah gampong diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam menjalankan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
Sementara itu, keberadaan para Keuchik sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat gampong memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah. Keuchik dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Dengan komunikasi yang semakin intensif, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi. Aspirasi dari gampong juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pertemuan dalam suasana santai tersebut pada akhirnya membawa pesan bahwa membangun Banda Aceh membutuhkan kebersamaan. Ngopi bersama bukan sekadar aktivitas menikmati kopi, tetapi menjadi ruang untuk mendengar, berdiskusi, mencari solusi dan menyatukan langkah.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banda Aceh yang semakin maju, nyaman, dan memiliki pemerintahan yang dekat dengan masyarakat.
Dengan mengedepankan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh pemerintahan gampong, berbagai tantangan pembangunan diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama demi terwujudnya Banda Aceh yang lebih baik.(**)












