Dandim 0101/KBA Tinjau Dua Jembatan, Soroti Abrasi dan Kerusakan Akibat Banjir

Berita8 Dilihat

Aceh Besar — Kondisi sejumlah jembatan yang menjadi akses penting masyarakat mendapat perhatian serius dari Dandim 0101/Kota Banda Aceh Kolonel Inf Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc. Dalam kunjungannya, Dandim meninjau langsung Jembatan Gantung Gampong Lamkleng dan Jembatan di Gampong Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (21/8/2026).

Di Gampong Lamkleng, Dandim melihat kondisi jembatan yang membentang di atas Sungai Krueng Aceh serta tebing sungai yang mengalami abrasi. Jembatan tersebut menjadi penghubung Gampong Lamkleng dengan Gampong Lamsie, Tutui, Barih Lhok dan Lamcarak, serta dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.

Kondisi abrasi menjadi perhatian karena meningkatnya debit sungai saat musim hujan dapat mengikis bagian tebing dan berpotensi memengaruhi konstruksi jembatan.

“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kondisinya harus terus dipantau agar potensi kerusakan akibat abrasi dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait demi keselamatan masyarakat,” ujar Dandim.

Selanjutnya, Dandim juga meninjau jembatan di Gampong Lamsie yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Jembatan tersebut bukan putus total, namun mengalami kerusakan berat dan nyaris ambruk setelah diterjang arus sungai yang sangat deras akibat hujan dengan intensitas tinggi pada 14 Desember 2022.

Kerusakan yang terjadi meliputi robohnya tiang penyangga bagian tengah, posisi jembatan yang melengkung dan miring, serta kedua ujung jembatan dan bagian oprit yang mengalami amblas dan berlubang. Kondisi tersebut sempat membuat akses penghubung antara Kecamatan Seulimeum dan Kecamatan Kuta Cot Glie sangat membahayakan bagi masyarakat.

Peninjauan terhadap kedua jembatan tersebut menjadi perhatian Kodim 0101/KBA terhadap kondisi infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan aktivitas masyarakat. Dandim juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, khususnya ketika curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat.

Dandim berharap kondisi jembatan yang mengalami kerusakan maupun terancam abrasi dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait untuk segera dilakukan penanganan, sehingga akses masyarakat tetap terjaga dan dapat digunakan secara aman dalam jangka panjang.