Warga Lamsie Curhat Soal Jalan, Jembatan hingga Sawah, Dandim 0101/KBA Langsung Buka Jalan Solusi

Berita4 Dilihat

Aceh Besar — Beragam persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat Desa Lamsie akhirnya disampaikan langsung kepada Dandim 0101/Kota Banda Aceh Kolonel Inf Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., saat bersilaturahmi bersama unsur Muspika, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Lamsie, Kemukiman Gleyeuing, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (21/8/2026).

Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang menyangkut kebutuhan sehari-hari, mulai dari kondisi jembatan, jalan, hingga kebutuhan pengairan sawah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jembatan Lam Klieng, yang menjadi akses penting penghubung sejumlah desa dan dua mukim. Meski konstruksinya masih cukup baik, bagian sekitar tiang jembatan terus terancam abrasi akibat aliran Sungai Krueng Aceh. Warga berharap jembatan tersebut dapat diperkuat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Keluhan lainnya datang dari kondisi jalan menuju Jalan Medan yang rusak dan berlubang, terutama pada jalur tanjakan. Saat hujan, jalan menjadi licin dan berisiko bagi pengguna, termasuk anak-anak yang melintas menuju sekolah.

Tak hanya soal infrastruktur, sektor pertanian juga menjadi sorotan warga. Ratusan hektare sawah produktif masih mengandalkan pompa pribadi dari Sungai Krueng Aceh. Masyarakat berharap adanya dukungan pompa berkapasitas 4 inci agar kebutuhan pengairan sawah dapat lebih optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dandim 0101/KBA menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat akan ditampung dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Kami sudah mendengar langsung keluhan dan saran masyarakat. Kami akan berusaha mencari solusi dan mengoordinasikannya dengan pihak terkait. Kami tidak menjanjikan, tetapi akan terus mengupayakan agar persoalan yang dihadapi masyarakat mendapat perhatian,” ujar Dandim.

Dandim juga menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan melalui Babinsa untuk diteruskan secara berjenjang hingga tingkat Komando Atas dan pihak terkait.

Dari Lamsie, satu per satu persoalan warga mulai dibuka. Kini, harapan masyarakat adalah adanya tindak lanjut nyata untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dan pertanian yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.