Gajah Mati di Areal PT MPLI, Dugaan Keracunan Mencuat, BKSDA Diminta Ungkap Penyebabnya

Berita5 Dilihat

Karang Baru, Dailymail Indonesia

Seekor gajah ditemukan mati di areal perkebunan kelapa sawit PT Mestika Prima Lestari Indah (PT MPLI), Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu 9 Agustus 2026.

Gajah tersebut dilaporkan ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB di Afdeling B, Blok 34, Desa Kaloy. Temuan ini menjadi perhatian karena gajah merupakan satwa liar yang dilindungi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, belum diketahui secara pasti penyebab kematian gajah tersebut. Dugaan yang beredar di tengah masyarakat, termasuk kemungkinan keracunan, masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Manager PT MPLI, Syahputra, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya gajah yang ditemukan mati di wilayah perkebunan perusahaan.

“Terkait dengan matinya gajah tersebut, kami lagi menunggu tim dari KSDA Langsa,” ujar Syahputra.

Ketika ditanyakan mengenai dugaan kematian akibat keracunan, Syahputra belum memberikan keterangan lebih lanjut. Pihak perusahaan menyatakan masih menunggu kedatangan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Langsa untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

Menunggu hasil pemeriksaan
Kematian satwa dilindungi tersebut menimbulkan perhatian publik, khususnya terkait penyebab kematian dan kondisi habitat gajah di kawasan tersebut.

Tim BKSDA diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap bangkai gajah, kondisi lokasi penemuan, serta mengambil sampel apabila diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah.

Jika nantinya ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana terhadap satwa yang dilindungi, hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan langkah lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebaliknya, apabila kematian disebabkan faktor alam, penyakit, konflik satwa-manusia, atau faktor lain, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti pentingnya upaya mitigasi konflik antara satwa liar dan aktivitas perkebunan. Kawasan perkebunan yang berada di sekitar habitat atau jalur jelajah gajah membutuhkan langkah pencegahan dan pemantauan untuk meminimalkan risiko terhadap satwa maupun masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian gajah tersebut masih belum diketahui. Media masih menunggu keterangan resmi dari pihak BKSDA maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan di lokasi.