Kadisdik Dayah Aceh Tinjau Fasilitas Dayah Bustanul Arifin di Aceh Utara

Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan dayah di Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus meninjau fasilitas pendidikan di Dayah Bustanul Arifin yang berlokasi di Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu (26/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah untuk terus menjalin komunikasi yang erat dengan pimpinan dayah sekaligus melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang menjadi penunjang proses belajar mengajar para santri.

Setibanya di lokasi, Muhsin disambut hangat oleh pimpinan dayah, para dewan guru, serta santri. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan tersebut yang diisi dengan dialog mengenai perkembangan pendidikan dayah, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai peluang pengembangan di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Muhsin menyampaikan bahwa dayah merupakan benteng utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membentuk karakter generasi muda, sekaligus melahirkan ulama yang berkontribusi bagi pembangunan Aceh. Karena itu, pemerintah memiliki perhatian besar terhadap kemajuan seluruh dayah di berbagai kabupaten dan kota.

Menurutnya, kunjungan lapangan seperti ini sangat penting agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan setiap dayah. Dengan melihat langsung kondisi fasilitas yang tersedia, berbagai program pembinaan dan bantuan dapat disusun secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain bersilaturahmi, Muhsin juga meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki Dayah Bustanul Arifin, mulai dari ruang belajar, asrama santri, lingkungan dayah, hingga sarana pendukung lainnya. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan terus berkembang sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.

Ia mengapresiasi semangat pimpinan dayah beserta seluruh tenaga pendidik yang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Dedikasi para guru dan pengelola dayah dinilai menjadi modal utama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap agama serta bangsa.

Muhsin juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Dayah Aceh akan terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh dayah. Setiap masukan dan aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan agar program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan dayah.

Pimpinan Dayah Bustanul Arifin menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Aceh. Mereka berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin sehingga sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dayah semakin kuat dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Aceh terus hadir di tengah-tengah lembaga pendidikan dayah, tidak hanya melalui berbagai program bantuan, tetapi juga dengan membangun komunikasi langsung bersama para ulama, pimpinan dayah, dan tenaga pendidik. Diharapkan, kolaborasi yang semakin erat tersebut mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dayah di Aceh, sehingga melahirkan generasi penerus yang unggul, religius, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.(**)