Putra Kepala BNN Aceh Tuntaskan Hafalan 30 Juz Al-qur’an

Artikel29 Dilihat

Isa Alima, Sebut Prestasi Ini Jadi Inspirasi Generasi Muda Aceh

BANDA ACEH – Pemerhati Sosial dan Budaya Islami Aceh, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan Muhammad Habiburrahman, putra Kepala BNN Provinsi Aceh, yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an bil ghaib. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi syariat Islam dan mendapat julukan Serambi Mekkah.

Isa Alima mengatakan, keberhasilan menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Dibutuhkan ketekunan, kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, serta dukungan penuh dari keluarga, guru, dan lingkungan yang baik. Karena itu, prestasi tersebut patut mendapat penghargaan dan menjadi teladan bagi generasi muda Aceh.

“Atas nama pribadi dan sebagai Pemerhati Sosial dan Budaya Islami Aceh, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammad Habiburrahman atas keberhasilannya menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an bil ghaib. Ini adalah anugerah yang luar biasa dan sebuah prestasi yang patut dibanggakan oleh seluruh masyarakat Aceh,” ujar Isa Alima.

Menurutnya, di tengah derasnya pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, lahirnya seorang hafiz Al-Qur’an merupakan kabar yang membawa harapan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Aceh masih memiliki semangat yang kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam dan mencintai Al-Qur’an.

Isa Alima yang juga Ketua DPD PJS Aceh berharap keberhasilan ini mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pemuda dan pemudi Aceh agar tidak hanya berlomba meraih prestasi di bidang akademik maupun olahraga, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Menurutnya, generasi Qurani adalah fondasi utama dalam membangun Aceh yang maju, berakhlak, dan bermartabat.

“Kita berharap semakin banyak anak-anak Aceh yang terobsesi dalam arti positif untuk meraih prestasi seperti ini. Jadikan keberhasilan Muhammad Habiburrahman sebagai motivasi untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Tidak ada kebanggaan yang lebih tinggi bagi seorang Muslim selain mampu menjaga kalam Allah di dalam hati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Isa Alima juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak dalam menghafal Al-Qur’an tidak terlepas dari peran besar orang tua, para guru, dan lembaga pendidikan yang terus membimbing dengan penuh kesabaran. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini agar lahir lebih banyak generasi Qurani di Aceh.

Lebih lanjut, Mantan a
Anggota DPRK Pidie ini berharap pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dayah, serta seluruh komponen masyarakat terus memberikan perhatian terhadap pembinaan para penghafal Al-Qur’an melalui berbagai program yang berkelanjutan. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Aceh adalah membangun generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan akhlak yang mulia.

“Semoga prestasi yang diraih Muhammad Habiburrahman menjadi amal jariyah bagi kedua orang tuanya, membawa keberkahan bagi keluarga, dan menjadi inspirasi yang menggerakkan semangat ribuan pemuda dan pemudi Aceh untuk semakin mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Insya Allah, dari generasi Qurani inilah akan lahir pemimpin-pemimpin yang amanah, berintegritas, serta mampu membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Isa Alima.