Ribuan Warga Meriahkan Car Free Day Budaya, Polres Aceh Tengah Gaungkan Semangat Bhayangkara ke-80

Aceh Tengah18 Dilihat

TAKENGON – Semangat Hari Bhayangkara ke-80 terasa begitu hidup di jantung Kota Takengon, Aceh Tengah. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti kegiatan Car Free Day dan Jalan Santai Budaya bertajuk “Nafas Kota Hari Purbakala ke-113: Rupa Rasa Warisan” yang diselenggarakan Polres Aceh Tengah, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Melangkah Bersama dengan Pesona Budaya untuk Takengon Bangkit” tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum dalam satu semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Sejak pagi hari, kawasan Jalan Lebe Kader di depan Mapolres Aceh Tengah telah dipadati peserta yang datang dengan penuh antusias. Suasana semakin semarak ketika kegiatan diawali dengan penampilan Tari Guel, salah satu warisan budaya masyarakat Gayo yang sarat makna dan nilai sejarah. Gerakan tari yang anggun dan penuh filosofi itu sukses memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tengah Ny. Vifa Taufiq, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto, Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, unsur Forkopimda, para kepala OPD, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

Momentum kebersamaan semakin terasa ketika Kapolres Aceh Tengah secara resmi melepas ribuan peserta jalan santai yang menempuh rute mengelilingi sejumlah ruas jalan utama Kota Takengon. Dengan latar panorama alam dataran tinggi Gayo yang indah, para peserta berjalan santai sambil menikmati suasana kota yang bebas kendaraan bermotor.

Tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. Setelah menyelesaikan rute jalan santai, peserta diajak mengikuti senam jantung sehat yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Polres Aceh Tengah juga membuka layanan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena memperingati dua momentum penting sekaligus, yakni Hari Purbakala ke-113 dan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, budaya merupakan identitas dan jati diri masyarakat yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Berbagai warisan budaya, situs sejarah, tradisi, seni, serta kearifan lokal merupakan aset berharga yang tidak ternilai dan harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Budaya adalah identitas, jati diri, dan ruh yang menghidupi sebuah daerah. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan mendukung pelaksanaan Car Free Day sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara, menciptakan lingkungan yang sehat, serta membiasakan pola hidup aktif dan produktif.

Pada kesempatan yang sama, Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, khususnya Polres Aceh Tengah, yang selama ini terus menunjukkan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta aktif terlibat dalam berbagai program sosial dan pembangunan daerah.

“Semoga di usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, serta mendukung pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam pelestarian budaya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, dan pembangunan karakter kebangsaan.

Menurut Kapolres, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan penuh nilai kebersamaan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir bersama mereka. Melalui kegiatan yang memadukan budaya, olahraga, kesehatan, dan hiburan rakyat ini, kami berharap semangat persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap daerah terus tumbuh dan berkembang,” ungkap AKBP Muhamad Taufiq.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya pameran budaya yang menampilkan beragam kekayaan seni dan tradisi daerah. Bupati Aceh Tengah bersama Kapolres turut meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan hasil karya masyarakat serta berbagai produk budaya khas Gayo.

Selain itu, sejumlah pertunjukan seni tradisional dari berbagai sanggar turut menghibur masyarakat sepanjang acara berlangsung. Berbagai hiburan rakyat dan pembagian doorprize juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat peserta tetap bertahan hingga akhir kegiatan.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.15 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin dengan baik.

Melalui semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Tengah berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini dapat menjadi energi positif untuk mendorong kemajuan daerah, memperkuat persatuan, menjaga kelestarian budaya, serta mewujudkan Aceh Tengah yang semakin maju, sehat, harmonis, dan berdaya saing.(**)