83 Warga Binaan Lapas Labuha Ikuti Program Tahfiz Al-Qur’an

Nasional117 Dilihat

LABUHA – Upaya pembinaan kepribadian berbasis keagamaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha. Salah satu program unggulan yang rutin dilaksanakan adalah kegiatan belajar menghafal Al-Qur’an bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama menjalani masa pidana.
Pada Kamis (11/6/2026), sebanyak 83 warga binaan mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian berupa program tahfiz Al-Qur’an yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Kelas III Labuha. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 WIT dan mendapat pendampingan langsung dari petugas pembinaan serta penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, melalui jajaran pembinaan menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membangun karakter, meningkatkan kualitas keimanan, serta membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam 10 kelompok belajar intensif yang disesuaikan dengan jumlah tenaga pengajar yang tersedia. Setiap kelompok terdiri dari lima orang warga binaan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan terarah.
Melalui metode kelompok kecil tersebut, para peserta memperoleh pendampingan secara lebih fokus dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an sekaligus memperbaiki bacaan melalui pembelajaran ilmu tajwid. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas hafalan karena setiap warga binaan mendapatkan perhatian dan evaluasi secara langsung dari para pembimbing.
Suasana pembelajaran berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh para pengajar. Tidak hanya menghafal, mereka juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Petugas Lapas juga melakukan pengawasan secara melekat selama kegiatan berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan sesuai prosedur. Selain itu, dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai bahan evaluasi dan data dukung pelaksanaan program pembinaan.
Program tahfiz Al-Qur’an ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Kelas III Labuha dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pembentukan mental dan spiritual warga binaan. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, para warga binaan mampu meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, serta memiliki bekal moral yang baik saat kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Ke depan, Lapas Kelas III Labuha akan terus melaksanakan pembinaan kerohanian secara konsisten sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Monitoring terhadap perkembangan hafalan setiap kelompok juga akan dilakukan secara berkala guna mengukur capaian program dan menjadi bahan laporan kepada pimpinan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi Lapas Kelas III Labuha tetap aman, tertib, lancar, dan kondusif. (**)