GePIM Aceh Dorong Dedy Tabrani Jadi Kapolda Aceh

Breakingnews81 Dilihat

BANDA ACEH – Menjelang berakhirnya masa jabatan Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, berbagai kalangan mulai memberikan pandangan terkait figur yang dinilai layak memimpin Kepolisian Daerah Aceh pada periode berikutnya. Salah satu dukungan datang dari Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Aceh yang menilai Brigjen Pol Dedy Tabrani sebagai sosok paling ideal untuk mengemban amanah tersebut.

GePIM Aceh menilai, penentuan Kapolda Aceh tidak cukup hanya didasarkan pada rekam jejak karier dan pengalaman birokrasi semata. Menurut organisasi kepemudaan tersebut, Aceh memiliki kekhususan yang harus dipahami oleh setiap pemimpin institusi negara, termasuk Kepolisian.

Perwakilan GePIM Aceh, Zulhadi, mengatakan bahwa Brigjen Pol Dedy Tabrani memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak dipertimbangkan sebagai calon kuat Kapolda Aceh. Selain dikenal sebagai sosok yang religius dan berintegritas, Dedy juga dinilai memiliki hubungan yang baik dengan para ulama serta memahami karakter masyarakat Aceh.

“Aceh memiliki kekhususan dalam berbagai aspek, baik dari sisi regulasi maupun kehidupan sosial keagamaannya. Karena itu, diperlukan pemimpin kepolisian yang mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama. Menurut kami, Brigjen Pol Dedy Tabrani adalah figur yang tepat untuk itu,” ujar Zulhadi, Rabu (10/6/2026).

Saat ini, Brigjen Pol Dedy Tabrani menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999 tersebut merupakan putra asli Aceh yang telah menorehkan perjalanan karier yang cukup cemerlang di institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Meski sebagian besar pengabdiannya dilakukan di berbagai daerah di luar Aceh, Dedy dinilai mampu menunjukkan dedikasi, profesionalisme, serta prestasi yang membanggakan. Pengalaman panjang yang dimilikinya di lingkungan Polri dianggap menjadi modal penting untuk memimpin institusi kepolisian di tingkat provinsi.

Zulhadi menambahkan, keberhasilan Dedy Tabrani meniti karier hingga menjadi perwira tinggi merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh. Sosoknya dianggap mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh yang ingin mengabdikan diri di berbagai bidang, khususnya di institusi negara.

“Beliau adalah putra daerah yang berhasil menunjukkan kualitas dan kapasitasnya di tingkat nasional. Rekam jejaknya sangat baik dan tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh. Kami berharap sosok seperti beliau dapat terus diberi kesempatan untuk mengabdi lebih luas bagi daerah,” katanya.

Menurut GePIM, tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh ke depan membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu merangkul berbagai elemen masyarakat. Pendekatan humanis yang tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan keagamaan Aceh dinilai menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menjaga stabilitas daerah.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, GePIM Aceh berharap Brigjen Pol Dedy Tabrani dapat masuk dalam bursa calon Kapolda Aceh dan memperoleh kesempatan untuk memimpin institusi kepolisian di Tanah Rencong. Dukungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap putra daerah yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan pengalaman yang mumpuni untuk membawa Polda Aceh semakin profesional dan dekat dengan masyarakat.(**)