Bus Aceh Dilempari Batu Lagi, Balita Nyaris Jadi Korban

Daerah69 Dilihat

AEK KANOPAN – Teror terhadap kendaraan asal Aceh kembali terjadi di Sumatera Utara. Kali ini, bus berpelat BL 7917 AA rute Medan–Pekanbaru menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (7/6/2026) sekitar Pukul 02.00 WIB dini hari.

Lemparan batu menghantam kaca samping kanan hingga pecah dan rontok seluruhnya. Yang mengkhawatirkan, bagian jendela yang menjadi sasaran berada tepat di samping kursi yang ditempati seorang perempuan bersama balita. Beruntung tidak ada korban luka, namun insiden itu memicu kepanikan di dalam bus yang sedang melaju.

Bus tersebut membawa puluhan penumpang, termasuk rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh yang sedang menuju Pekanbaru untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-80 pada Senin (8/6/2026). Di antara rombongan itu terdapat Barlian Erliadi yang dijadwalkan menjadi pembicara pada sesi talk show nasional dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kevin, kernet bus, mengatakan kejadian berlangsung saat bus melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak. Setelah memastikan seluruh penumpang selamat, awak bus melakukan penanganan darurat agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan.

Karena kaca rontok total, bagian yang rusak ditutup menggunakan terpal biru yang direkatkan dengan lakban. Kondisi itu membuat bus kehilangan kenyamanan dan keamanan sebagaimana mestinya. Sebagai armada full AC, bus tidak lagi dapat melaju normal karena angin kencang terus masuk ke dalam kabin melalui bagian yang rusak.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Sebelumnya, sejumlah kendaraan travel, mobil pribadi, hingga bus yang membawa rombongan Persiraja Banda Aceh juga pernah menjadi korban pelemparan batu di sejumlah ruas jalan Sumatera Utara. Namun hingga kini, kasus serupa terus berulang.

Salah seorang penumpang mengaku kejadian itu mengingatkannya pada pengalaman yang baru saja dialaminya.

“Belum lama ini mobil yang saya tumpangi juga dilempari batu. Sekarang bus yang saya tumpangi mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat meresahkan,” katanya.

Barlian Erliadi menilai kejadian tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan biasa. Menurutnya, lemparan batu yang menghantam jendela di samping kursi perempuan dan balita menunjukkan betapa nyawa penumpang berada dalam ancaman nyata.

“Kali ini perempuan dan balita selamat. Tapi sampai kapan keberuntungan itu ada? Jika batu itu mengenai kepala penumpang, akibatnya bisa fatal. Karena itu kami meminta kepolisian bertindak serius mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang,” ujar Barlian.

Ia juga meminta anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh ikut menyuarakan persoalan tersebut di tingkat nasional. Menurutnya, rangkaian aksi pelemparan terhadap kendaraan yang membawa masyarakat Aceh sudah terlalu sering terjadi dan membutuhkan perhatian nyata dari semua pihak.

“Jangan menunggu korban jiwa. Negara harus hadir memberikan rasa aman bagi setiap warga yang menggunakan jalan umum,” tegas Barlian. (MTU)