SIGLI – Upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pidie. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, pelaksanaan Kick Off Imunisasi Campak Rubella (MR) resmi digelar bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship yang bertugas di lingkungan rumah sakit setempat.
Kegiatan yang berlangsung di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan terhadap para petugas kesehatan yang setiap hari berada di garis depan pelayanan masyarakat dan memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular, termasuk campak dan rubella.
Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1837/2026 mengenai pemberian imunisasi Campak Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit pemerintah, termasuk dokter internship.
Acara Kick Off berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur penting di sektor kesehatan Kabupaten Pidie. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr. Muhammad Dwi Wijaya, Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli drg. Mohd. Riza Faisal, MARS, jajaran rumah sakit, tim Dinas Kesehatan Pidie, para kepala puskesmas, dokter spesialis, dokter umum, tenaga kesehatan, organisasi profesi kesehatan hingga tamu undangan lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan menjadi simbol komitmen bersama untuk memastikan tenaga kesehatan mendapatkan perlindungan maksimal saat menjalankan tugas pelayanan publik. Imunisasi MR secara simbolis diberikan kepada sejumlah perwakilan tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli.
Sekretaris Daerah Pidie, Drs. Samsul Azhar, turut memantau langsung pelaksanaan imunisasi tersebut sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pidie terhadap penguatan sistem perlindungan tenaga kesehatan. Kehadiran pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Program imunisasi MR ini bukan tanpa alasan. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang rentan terpapar penyakit menular akibat tingginya intensitas kontak dengan pasien. Dalam konteks pelayanan rumah sakit, risiko paparan campak menjadi perhatian serius karena penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan dapat memicu penyebaran di fasilitas kesehatan apabila tidak diantisipasi secara tepat.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa hingga minggu ke-13 tahun 2026 tercatat sebanyak 16.567 kasus campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 8,4 persen ditemukan pada kelompok usia di atas 16 tahun, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan. Kondisi ini menjadi alarm penting bahwa perlindungan terhadap petugas kesehatan tidak bisa diabaikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Muhammad Dwi Wijaya, menegaskan bahwa pelaksanaan imunisasi MR ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan.
Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus menjadi prioritas, termasuk melalui imunisasi yang bertujuan mencegah penularan penyakit di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlindungan melalui imunisasi MR sangat penting untuk menjaga keselamatan petugas serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan rumah sakit,” ujar dr. Muhammad Dwi Wijaya.
Ia menjelaskan bahwa pemberian imunisasi dilakukan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis imunisasi campak sebelumnya tidak perlu menjalani imunisasi ulang. Sementara mereka yang baru menerima satu dosis akan mendapatkan tambahan satu dosis lagi, sedangkan tenaga kesehatan yang belum pernah menerima imunisasi campak akan diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor kesehatan di Kabupaten Pidie. Tidak hanya sebatas pelaksanaan imunisasi, tetapi juga menyangkut pencatatan dan pelaporan vaksinasi, penguatan sistem surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak.
Kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, dan Dinas Kesehatan diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang semakin tangguh, cepat merespons potensi ancaman penyakit, sekaligus memastikan kualitas layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Melalui kegiatan Kick Off ini, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah tersebut dapat memperoleh perlindungan maksimal dari penyakit campak dan rubella, sehingga pelayanan kepada masyarakat berlangsung aman, berkualitas, dan berkesinambungan.
Dengan tenaga kesehatan yang sehat dan terlindungi, kualitas pelayanan medis kepada masyarakat diyakini akan semakin baik, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit menular di masa mendatang.(**)






