PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Bagi Dividen Rp329,3 Miliar, Perkuat Transformasi Bisnis

Ekonomi11 Dilihat

JAKARTA – Di tengah tekanan industri semen nasional yang masih dibayangi kelebihan kapasitas produksi, kompetisi pasar yang ketat, hingga fluktuasi biaya energi dan komoditas, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) tetap menunjukkan ketahanan bisnisnya. Perseroan berhasil mempertahankan profitabilitas sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen sebesar Rp329,3 miliar.

Keputusan pembagian dividen tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, di Jakarta. Nilai dividen yang dibagikan setara 50 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp658,7 miliar.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa SBI tetap mampu menjaga kesehatan bisnisnya di tengah kondisi industri yang penuh tantangan, sekaligus menunjukkan optimisme terhadap arah pertumbuhan perusahaan ke depan.

Mayoritas saham SBI saat ini dimiliki oleh sig.id⁠� atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebesar 83,52 persen, menjadikan perusahaan ini bagian penting dalam rantai bisnis industri semen nasional.

Direktur Utama SBI, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Menurut Rizki, tahun 2025 menjadi periode yang tidak mudah bagi industri semen nasional. Penurunan permintaan, persaingan harga, dan tekanan biaya operasional menjadi tantangan besar yang harus dihadapi para pelaku industri.

Namun demikian, melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi model bisnis dan komersial, Perseroan tetap berhasil menjaga profitabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.

RUPST Putuskan Sejumlah Agenda Strategis

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menetapkan sejumlah keputusan penting lainnya yang berkaitan dengan arah tata kelola dan strategi bisnis Perseroan.

Rapat menyetujui pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga tahun 2031. Pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2025.

Tidak hanya itu, rapat turut menyepakati penggunaan laba bersih perusahaan, penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, hingga perubahan anggaran dasar Perseroan.

Keputusan-keputusan tersebut mencerminkan upaya Perseroan menjaga kesinambungan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan industri pada tahun-tahun mendatang.

Industri Menurun, SBI Tetap Bertahan

Sepanjang 2025, industri semen domestik masih menghadapi tekanan signifikan. Kelebihan kapasitas produksi nasional menyebabkan persaingan semakin ketat, sementara biaya energi dan bahan baku mengalami fluktuasi yang menekan margin perusahaan.

Di sisi lain, pasar semen nasional mengalami kontraksi. Volume industri tercatat turun sebesar 4,5 persen, sementara konsumsi semen nasional melemah sekitar 1,5 persen.

Kondisi ini ikut memengaruhi kinerja SBI. Namun di tengah tekanan tersebut, Perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp658,7 miliar.

Capaian itu disebut sebagai hasil dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan bersama SIG sejak awal semester kedua 2025. Program transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga mendorong penguatan pemasaran, optimalisasi rantai pasok, peningkatan layanan pelanggan, serta pemanfaatan solusi konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Rizki menilai transformasi yang dilakukan telah menghasilkan titik balik atau turnaround bagi perusahaan, terutama terlihat sejak kuartal IV tahun 2025.

Awal 2026 Jadi Momentum Kebangkitan

Momentum positif tersebut berlanjut pada kuartal I tahun 2026. SBI mencatat pertumbuhan volume penjualan sebesar 9 persen, melampaui pertumbuhan pasar semen yang berada di angka sekitar 5 persen.

Pendapatan Perseroan pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp2,56 triliun. Menariknya, sebanyak 56 persen pendapatan tersebut berasal dari solusi berkelanjutan atau sustainable solutions, memperlihatkan arah transformasi bisnis perusahaan yang semakin kuat pada pendekatan industri hijau dan efisiensi sumber daya.

Dari sisi profitabilitas, SBI membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan, yakni melonjak 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari efisiensi operasi, penguatan strategi pemasaran dan penjualan, hingga keterlibatan perusahaan dalam berbagai proyek infrastruktur nasional.

Rizki menyebut capaian awal tahun ini menjadi pijakan penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pada periode berikutnya.

Perseroan, kata dia, akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga efisiensi operasional, meningkatkan pengendalian biaya, memperluas pemanfaatan bahan bakar alternatif guna menghadapi volatilitas harga energi, serta melanjutkan transformasi bisnis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Bidik Pasar Ekspor Amerika Serikat

Tak hanya fokus pada pasar domestik, SBI kini juga mulai membidik peluang pertumbuhan dari sektor ekspor.

Perseroan telah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat.

Fasilitas ekspor itu diproyeksikan memiliki kapasitas antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun, yang diharapkan mampu meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar internasional.

Langkah ekspansi tersebut dipandang sebagai strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang masih menghadapi tekanan permintaan.

Sebagai bagian dari SIG, SBI saat ini mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi yang tersebar di Narogong, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, Tuban, Jawa Timur, dan Lhoknga, Aceh melalui anak usaha PT Solusi Bangun Andalas. Total kapasitas produksi perusahaan mencapai 14,86 juta ton semen per tahun dengan dukungan sekitar 1.750 tenaga kerja.(**)