Apriono: Tastafi Jadi Kekuatan Dakwah Aceh Mendunia

Breakingnews18 Dilihat

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Apriono ST, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan serentak pengurus Tastafi se-Aceh, pengurus Tastafi luar negeri, serta Koordinator Khusus Tastafi periode 2026-2031 yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat malam, 15 Mei 2026.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh ulama kharismatik Aceh, Hasanul Basri HG, menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan dakwah dan pengembangan pendidikan Islam berbasis dayah di Aceh hingga mancanegara.

Apriono menilai kehadiran Tastafi selama ini telah memberi warna tersendiri dalam membangun semangat keislaman masyarakat Aceh, khususnya di tengah tantangan modernisasi dan menurunnya minat generasi muda terhadap pendalaman ilmu agama.

Menurutnya, Tastafi tidak hanya hadir sebagai lembaga pengajian biasa, tetapi juga menjadi wadah dakwah yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman melalui metode pendekatan yang lebih terbuka dan menyentuh langsung masyarakat.

“Di era modern seperti sekarang, Tastafi hadir dengan pola dakwah jemput bola. Ini menjadi terobosan yang sangat baik dalam menjaga semangat keilmuan Islam di tengah masyarakat Aceh,” ujar Apriono.

Ia mengaku kagum melihat besarnya jaringan organisasi tersebut yang kini telah berkembang hingga ke luar negeri. Dalam pelantikan itu, kata dia, hadir pula pengurus dari Sumatera Utara, Batam, Brunei Darussalam hingga kawasan Eropa.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengaruh dan gerakan dakwah Tastafi tidak lagi terbatas di Aceh semata, melainkan mulai mendapat tempat di berbagai wilayah dan negara yang memiliki komunitas masyarakat Aceh maupun pecinta kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Saya melihat ini sebagai bukti bahwa Tastafi telah berkembang menjadi gerakan dakwah yang mendunia. Kehadirannya diterima luas karena membawa nilai persatuan, pendidikan, dan penguatan syariat Islam,” katanya.

Apriono berharap perkembangan jaringan Tastafi mampu mengembalikan peran Aceh sebagai pusat penyebaran Islam di kawasan Nusantara sebagaimana pernah terjadi pada masa Kesultanan Aceh Darussalam.

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan Islam dan peradaban Melayu yang disegani dunia. Karena itu, kebangkitan kembali tradisi keilmuan Islam harus terus diperkuat melalui majelis-majelis ilmu dan dakwah yang aktif menyentuh masyarakat.

“Jika seluruh elemen umat bersatu dan memiliki komitmen dalam menegakkan syariat Islam, maka bukan hal mustahil Aceh kembali menjadi pusat peradaban Islam Nusantara di masa mendatang,” ucapnya.

Politisi PKB itu juga menegaskan bahwa Tastafi selama ini konsisten menjaga dakwah Ahlussunnah wal Jamaah dan tidak pernah surut dalam membina umat. Namun demikian, ia menilai keberhasilan dakwah tidak hanya bergantung pada pengurus dan ulama, melainkan juga dukungan masyarakat.

Karena itu, Apriono mengajak masyarakat Aceh, khususnya warga Aceh Besar, untuk lebih aktif menghadiri pengajian dan memakmurkan majelis ilmu yang digelar Tastafi hingga tingkat gampong.

“Saat ini Tastafi sudah hadir sampai ke desa-desa. Tinggal bagaimana masyarakat ikut meramaikan dan mengambil manfaat dari kajian-kajian yang diselenggarakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Apriono turut didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Aceh Besar, Muhammad Hafiz. Keduanya berharap hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Tastafi yang sebelumnya digelar di MPU Aceh dapat melahirkan program-program nyata yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya penguatan program dakwah yang tidak hanya fokus pada ceramah keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial kemasyarakatan, pendidikan moral generasi muda, hingga penguatan konsep amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Apriono, tantangan sosial di era digital saat ini membutuhkan peran aktif ulama dan lembaga dakwah agar masyarakat tetap memiliki pegangan nilai-nilai Islam yang kuat.

“Tastafi memiliki posisi penting dalam menjaga akhlak umat dan memperkuat syariat Islam di Aceh. Karena itu, semua pihak perlu mendukung gerakan dakwah ini agar terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(**)