Panen Raya Singkong Bapas Tidore, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Nasional19 Dilihat

Tidore – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tidore kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Singkong yang digelar pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan ketahanan pangan milik Bapas Tidore dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, pemagang nasional, serta PPNPN dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Panen raya ini menjadi bukti nyata hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen di lingkungan Bapas Tidore. Kepala Bapas Kelas II Tidore, Djunaidi A. Fabanyo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran struktural, termasuk Kepala Urusan Tata Usaha dan Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa. Kehadiran pimpinan tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga memberikan motivasi kepada seluruh pegawai untuk terus berkontribusi dalam program-program produktif yang berdampak positif bagi institusi dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Djunaidi A. Fabanyo menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa panen raya singkong ini bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan simbol keberhasilan dalam membangun sinergi serta komitmen bersama untuk mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, program ini juga menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Lahan ketahanan pangan Bapas Tidore sendiri merupakan bagian dari inisiatif nasional yang diterapkan di berbagai instansi pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebelumnya, lahan ini telah berhasil menghasilkan berbagai komoditas seperti jagung, cabai, dan mentimun. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan menanam komoditas lain yang bernilai ekonomis, seperti singkong.

Singkong yang dipanen kali ini telah melalui proses budidaya selama kurang lebih tujuh bulan dengan perawatan intensif. Proses tersebut meliputi penyiraman rutin, penggunaan pupuk organik, serta pengendalian hama secara berkala guna memastikan kualitas hasil panen tetap terjaga. Hasilnya, sebanyak 25 kilogram singkong berkualitas tinggi berhasil dipanen.

Menariknya, hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai konsumsi internal, tetapi juga dipasarkan dengan harga Rp20.000 per kilogram. Seluruh hasil penjualan akan dimasukkan ke dalam kas Bapas Tidore dan dikelola secara transparan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan lahan ketahanan pangan, termasuk pembelian bibit unggul dan peralatan pertanian sederhana.

Lebih dari sekadar hasil produksi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarpegawai. Kebersamaan yang terjalin selama proses penanaman hingga panen mencerminkan nilai gotong royong yang kuat di lingkungan Bapas Tidore. Hal ini sejalan dengan semangat membangun institusi yang tidak hanya berorientasi pada tugas utama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam aspek sosial dan ekonomi.

Sebagai tindak lanjut, Bapas Kelas II Tidore berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui perencanaan tanam yang berkelanjutan dan diversifikasi komoditas. Upaya tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas bibit, optimalisasi penggunaan pupuk organik, serta penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Selain itu, evaluasi dari hasil panen kali ini akan menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengelolaan lahan di masa mendatang.

Ke depan, Bapas Tidore berharap program ini dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi internal instansi tetapi juga sebagai contoh positif bagi unit kerja lainnya. Panen Raya Singkong ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama, komitmen, dan inovasi, institusi pemerintah mampu berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara nyata dan berkelanjutan.(**)