Kemenangan Warga :  “Incumbent Tumbang, Zulfitra Menang Telak di Pildatok Kampung Tupah”

Berita38 Dilihat

Karang Baru, Dailymail Indonesia

Gelombang perubahan tak terbendung di Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru. Pemilihan Datok Penghulu (Pildatok) 2026 menjadi bukti nyata bahwa suara rakyat masih menjadi penentu utama arah kepemimpinan. Petahana akhirnya tumbang, setelah Zulfitra tampil dominan dan memenangkan kontestasi dengan selisih suara yang mencolok, Minggu (26/4/2026).

Berdasarkan data resmi Panitia Pemilihan Datok Penghulu (P2DP) yang diketuai Samsuar, partisipasi warga tergolong tinggi. Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.579 jiwa, sebanyak 1.082 warga hadir menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hasil penghitungan suara menegaskan kemenangan mutlak Zulfitra (nomor urut 3) dengan perolehan 592 suara. Ia jauh meninggalkan dua pesaingnya. Ponijan selaku petahana (nomor urut 1) hanya meraih 225 suara, sementara Rohani (nomor urut 2) memperoleh 242 suara. Tercatat pula 23 suara tidak sah.

Kemenangan telak ini bukan sekadar angka, melainkan representasi kuat dari kehendak masyarakat yang menginginkan perubahan. Warga Kampung Tupah secara tegas menitipkan harapan baru kepada sosok Zulfitra, yang dinilai lebih mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi mereka ke depan.

Dikenal sebagai wartawan aktif yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tamiang, Zulfitra bukan figur asing. Kedekatannya dengan masyarakat serta pemahamannya terhadap persoalan sosial menjadi nilai tambah yang dipercaya publik dalam menentukan pilihan.

Ketua P2DP, Samsuar, memastikan seluruh proses pemilihan berlangsung aman, tertib, dan transparan. Ia juga mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga suasana kondusif selama pesta demokrasi berlangsung.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ini mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat Kampung Tupah,” ungkapnya.

Tumbangnya petahana dengan selisih signifikan menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat tidak sekadar memilih, tetapi juga menilai dan mengevaluasi. Pildatok 2026 di Kampung Tupah menjadi bukti bahwa mandat rakyat tidak bersifat abadi, melainkan harus dijaga dengan kinerja dan kepercayaan.

Kini, babak baru kepemimpinan dimulai. Zulfitra memikul harapan besar untuk menghadirkan perubahan nyata, memperkuat tata kelola kampung, dan memastikan pembangunan berjalan sesuai aspirasi warga.

Lebih dari sekadar kemenangan kandidat, ini adalah kemenangan warga Kampung Tupah, pesan tegas disampaikan: perubahan adalah hak, dan rakyat adalah penentu.