Tgk Ahmada Jalin Silaturahmi dengan Keluarga Abu Tu Min Blang Bladeh

Berita46 Dilihat

Bireuen – Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada MZ, terus memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh ulama dan masyarakat di Aceh melalui agenda silaturahmi yang penuh makna. Pada Jumat, 1 Mei 2026, Tgk Ahmada melakukan kunjungan ke kediaman keluarga besar almarhum Abu Tu Min Blang Bladeh, salah satu ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar di Aceh.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Tgk Ahmada didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, yang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan antara umara (pemerintah) dan ulama.

Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengenang jasa-jasa almarhum Abu Tu Min yang telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan dayah dan pembinaan umat di Aceh. Sosok Abu Tu Min dikenal luas sebagai ulama yang istiqamah dalam dakwah dan menjadi panutan masyarakat lintas generasi.

Dalam pertemuan tersebut, Tgk Ahmada menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi keulamaan yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu. Ia menegaskan bahwa peran ulama tetap menjadi pilar utama dalam menjaga moralitas, persatuan, dan stabilitas sosial di Aceh.

“Kehadiran kita di sini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mengambil hikmah dari perjuangan para ulama. Kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh Abu Tu Min terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang,” ujar Tgk Ahmada.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan ulama dalam membangun Aceh yang lebih baik. Ia menyebut bahwa kekuatan Aceh tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan nilai religius dan kearifan lokal yang dijaga oleh para ulama.

Keluarga besar Abu Tu Min Blang Bladeh menyambut hangat kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh para pemimpin daerah dan nasional. Mereka berharap silaturahmi seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama serta menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan ini juga menjadi simbol kuat bahwa Aceh tetap menjunjung tinggi tradisi silaturahmi sebagai bagian dari budaya dan identitas daerah. Di tengah dinamika zaman, nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap ulama tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara tokoh nasional, pemerintah daerah, dan keluarga ulama dalam menjaga serta melanjutkan warisan keislaman yang telah mengakar kuat di Tanah Rencong.(**)