Pidie Jaya — Musibah kebakaran yang melanda satu unit rumah warga di Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Rumah milik Ayah Rusli yang dihuni bersama istrinya, Ibu Amnawati, serta anak mereka Syahrial Faujar, hangus dilalap api dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu, 19 April 2026.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Aceh, Tgk Ahmada, menyempatkan diri mengunjungi langsung keluarga korban pada Jumat, 24 April 2026. Kunjungan tersebut dilakukan tak lama setelah dirinya kembali dari Jakarta, di mana saat kejadian kebakaran berlangsung, ia masih berada di ibu kota dalam rangka menjalankan tugas negara.
Setibanya di lokasi, Tgk Ahmada tampak berbaur dengan warga serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak. Ia juga menyerahkan sedikit bantuan sebagai bentuk empati dan kepedulian, meskipun menurutnya bantuan tersebut masih jauh dari cukup untuk menggantikan kerugian yang dialami korban.
“Kehadiran kita di sini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kita semua turut merasakan duka yang sama,” ujar Tgk Ahmada di sela-sela kunjungannya.
Dalam suasana haru, keluarga Ayah Rusli menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu, baik secara materi maupun secara psikologis, atas kunjungan tersebut.
Peristiwa kebakaran ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi musibah. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dan mempercepat proses pemulihan.
Tgk Ahmada sendiri dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya di Aceh, kerap diwujudkan melalui aksi nyata, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun advokasi di tingkat nasional.
Kunjungan ini pun menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan.(**)












