Peusijuk 18 Jamaah Haji, Kadisdik Aceh Lepas dengan Doa dan Harapan

Pendidikan76 Dilihat

Banda Aceh – Suasana penuh haru dan kekhidmatan menyelimuti prosesi peusijuk (tepung tawar) bagi calon jamaah haji di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (21/4/2026). Tradisi sakral khas Aceh tersebut menjadi penanda pelepasan sekaligus doa restu bagi 18 calon tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Kegiatan yang berlangsung di Aceh ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP,.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peusijuk bukan sekadar seremoni adat, melainkan sarat makna spiritual dan nilai-nilai kebersamaan.

“Momentum ini adalah bentuk doa dan harapan kita semua agar para jamaah diberikan keselamatan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah Haji,” ujarnya.

Prosesi peusijuk sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang biasa dilakukan dalam berbagai momentum penting, termasuk keberangkatan Haji. Dengan taburan beras padi, air tepung tawar, serta lantunan doa-doa, ritual ini menjadi simbol permohonan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

Sebanyak 18 calon jamaah Haji yang mengikuti prosesi tampak khusyuk dan haru. Mereka didampingi keluarga serta rekan kerja yang turut memberikan dukungan moril dan doa. Tangis haru pun tak terelakkan, mencerminkan betapa perjalanan ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam.

Murthalamuddin juga berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan, memperkuat niat, serta menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan sempurna dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Semoga seluruh jamaah menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali, membawa nilai-nilai kebaikan, keikhlasan, dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh yang hadir tentang pentingnya memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ibadah haji, sebagai rukun Islam kelima, tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan materi, tetapi juga kesiapan hati dan keikhlasan.

Dengan iringan doa dan harapan, para calon jamaah haji tersebut kini bersiap menapaki perjalanan suci menuju Baitullah. Semoga langkah mereka senantiasa diberkahi dan menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang penuh makna.(**)