PIDIE β Waktu boleh berlalu, namun jejak persahabatan dan perjuangan tak pernah benar-benar hilang. Dari tanah sederhana di Sigli, sebuah kisah lama kembali menemukan maknanya hari ini.
Jefri Rasyid, SH, yang dulu dikenal sangat dekat dengan M. Isa Alima saat sama-sama berkiprah di Asuransi Bumiputera 1912 Sigli, kini menjelma menjadi sosok profesional sukses di Jakarta. Perjalanan panjang tersebut bukan sekadar tentang karier, tetapi tentang ketekunan yang tumbuh perlahan hingga akhirnya berbuah manis.
Kini, bersama dua rekan sejawatnya, Jefri menjadi bagian dari βtiga sekawanβ yang mendirikan Perkumpulan Konsultan Hukum Asuransi Indonesia (PKHAI). Organisasi ini diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkuat kapasitas, integritas, serta standar profesional konsultan hukum asuransi di Indonesia.
Bagi Isa Alima, yang dikenal sebagai pemerhati kebijakan publik Aceh sekaligus mantan anggota DPRK Pidie, capaian tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. Ia mengaku telah lama mengenal karakter dan etos kerja Jefri sejak masa mereka bersama di Sigli.
βSejak dulu beliau memang pekerja keras. Kami pernah menapaki perjalanan bersama di Sigli, dan hari ini beliau membuktikan bahwa kerja keras itu selalu menemukan jalannya,β ujar Isa Alima.
Menurutnya, kehadiran PKHAI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan ruang kolaborasi strategis yang dapat memperkuat ekosistem hukum asuransi nasional. Ia menilai, lembaga ini berpotensi membawa nilai profesionalitas, etika, dan kepercayaan publik ke arah yang lebih kokoh.
Isa Alima juga menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh atas langkah besar yang diambil Jefri Rasyid dan rekan-rekannya.
βIni bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga kontribusi nyata bagi bangsa. Kita patut bangga, karena dari daerah lahir putra yang kini mengambil peran strategis di tingkat nasional,β ungkapnya.
Ia berharap, ke depan PKHAI dapat menjadi wadah yang tidak hanya meningkatkan standar profesi, tetapi juga menjaga marwah hukum di tengah dinamika industri asuransi yang terus berkembang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak selalu harus cepat, yang terpenting adalah konsistensi untuk terus melangkah. Dari Sigli ke Jakarta, dari mimpi sederhana menuju pencapaian besar, Jefri Rasyid telah menulis kisahnyaβdan hari ini, kisah itu dibaca dengan penuh kebanggaan.(**)







