Pembangunan Jembatan Gantung Sekerak Capai 79,90 Persen

Kodam IM265 Dilihat

Aceh Tamiang – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang melintasi Sungai Tamiang terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa, 24 Maret 2026, capaian pembangunan telah mencapai 79,90 persen, menandai percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Jembatan sepanjang 240 meter dengan lebar 120 sentimeter ini menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai. Kehadirannya sangat dinantikan oleh 893 kepala keluarga (KK) yang selama ini terdampak putusnya akses akibat rusaknya jembatan lama karena bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.

Sebelumnya, kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas warga serta mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat. Dengan pembangunan jembatan baru ini, akses transportasi diharapkan kembali normal bahkan lebih baik, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.

Secara teknis, sejumlah pekerjaan utama telah rampung 100 persen, di antaranya pembersihan lokasi, pemasangan boplang, penggalian dan pengecoran deadman, pembangunan pondasi tiang gapura, hingga pemasangan sling dan pembentangan seling utama. Struktur gapura, termasuk piramid dan temboknya, juga telah selesai sepenuhnya, begitu pula pemasangan besi palangan dan reling turunan di kedua sisi jembatan.

Sementara itu, pekerjaan lanjutan masih terus dikebut. Pemasangan gelagar memanjang telah mencapai 50 persen, seling rawaian 80 persen, serta papan pijakan 30 persen. Adapun pemasangan ram kawat masih dalam tahap awal, sedangkan pekerjaan plang identitas, plang anjuran, dan pengecatan telah mencapai 40 persen.

Seluruh material konstruksi juga telah tersedia di lokasi, sehingga tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan. Pada tahap pengerjaan saat ini, personel di lapangan fokus pada pemasangan sling rawaian, pemasangan baut roofing pada besi hollow, serta pengelasan untuk memperkuat struktur utama jembatan.

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian proyek tersebut, sekaligus mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan progres yang terus meningkat, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadirannya bukan hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kebangkitan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang.(**)