Pengamanan Lapas Labuha Berjalan Kondusif, Deteksi Dini Terus Diperkuat

News129 Dilihat

LABUHA – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat oleh jajaran Lapas Kelas III Labuha. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan pengamanan terpadu yang berlangsung sepanjang hari, Selasa (17/3/2026), mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIT.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2024 terkait penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di satuan kerja pemasyarakatan. Selain itu, pelaksanaan tugas ini juga mengacu pada program akselerasi kementerian serta arahan langsung dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan dilakukan oleh dua regu yang bertugas secara bergantian. Regu pagi yang terdiri dari empat personel hadir lengkap, sementara regu siang berjumlah empat orang dengan satu personel berhalangan hadir karena sakit. Meski demikian, pelaksanaan tugas tetap berjalan optimal tanpa mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.

Dari sisi jumlah penghuni, Lapas Kelas III Labuha memiliki kapasitas 103 orang. Saat ini, tercatat sebanyak 97 warga binaan pemasyarakatan (WBP) berada dalam pengawasan, dengan rincian 75 orang berada di dalam lapas dan 22 orang menjalani program asimilasi di luar tembok. Jumlah ini masih berada dalam batas kapasitas yang memungkinkan pengelolaan berjalan efektif.

Sepanjang hari, berbagai kegiatan pengamanan dan pembinaan dilaksanakan secara menyeluruh. Petugas secara rutin melakukan kontrol pada blok hunian, area brandgang, serta lingkungan sekitar lapas guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan. Proses serah terima tugas antar regu pengamanan (astekpam) juga dilakukan secara disiplin sebagai bentuk kesinambungan pengawasan.

Di pintu utama (P2U), pemeriksaan ketat terhadap orang dan barang terus dilakukan untuk mencegah masuknya barang terlarang. Selain itu, kegiatan penitipan barang juga diawasi secara teliti sesuai prosedur yang berlaku.

Tak hanya fokus pada keamanan, pembinaan terhadap warga binaan juga berjalan aktif. Kegiatan diawali dengan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh WBP sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme. Selanjutnya, dilakukan apel pengeluaran bagi WBP yang mengikuti program asimilasi luar tembok.

Pembinaan keagamaan turut menjadi perhatian, dengan pengawasan ibadah di gereja bagi WBP beragama Kristen, serta kegiatan pengajian dan salat berjamaah di masjid bagi WBP Muslim. Di sisi lain, kegiatan kemandirian seperti program ketahanan pangan melalui penanaman sayuran di dalam dan luar lapas juga terus dikembangkan.

Kesejahteraan warga binaan juga diperhatikan melalui pembagian jatah makan secara rutin tiga kali sehari. Selain itu, kegiatan olahraga di lapangan dalam lapas turut diawasi guna menjaga kesehatan fisik dan mental para WBP.

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana dalam keadaan baik serta pengawasan terhadap jumlah warga binaan dilakukan secara akurat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami juga terus memperkuat koordinasi antar bidang serta siap melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan prinsip “Panca Carana Laksya Pemasyarakatan”, yang menekankan pentingnya pengamanan dan pengamatan yang berkelanjutan, serta komitmen mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan praktik pungutan liar.

Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antar petugas, Lapas Kelas III Labuha optimistis dapat terus menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.(**)