Lapas Sanana Optimalkan Lahan Pertanian untuk Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Breakingnews36 Dilihat

SANANA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sanana terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pengelolaan lahan pertanian produktif. Kegiatan perawatan tanaman tersebut dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIT di area pertanian Lapas yang berada di wilayah Sanana.

Program ini merupakan bagian dari laporan atensi yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta Kantor Wilayah Pemasyarakatan Provinsi Maluku Utara sebagai bentuk komitmen Lapas dalam menjalankan pembinaan berbasis keterampilan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama warga binaan melakukan sejumlah aktivitas perawatan tanaman, di antaranya pembersihan bedengan bekas tanam kacang panjang, pembuatan bedengan baru, pemberian pestisida pada tanaman jagung, serta pembersihan rumput liar pada bedengan bayam merah. Kegiatan ini bertujuan menjaga kualitas tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang dikelola secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Sanana, David Lekatompessy, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan pertanian merupakan salah satu program strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama. Selain itu, hasil pertanian diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan internal Lapas sekaligus meningkatkan produktivitas pembinaan.

“Kegiatan perawatan tanaman ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan. Kami berupaya agar warga binaan memiliki keterampilan nyata, khususnya di sektor pertanian yang sangat relevan dengan kondisi daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Lapas menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dilaporkan kepada pimpinan sebagai bentuk transparansi pelaksanaan program pembinaan. Ke depan, pengelolaan lahan pertanian akan terus dikembangkan dengan pola tanam yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Program pertanian di Lapas Sanana menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga penguatan keterampilan kerja produktif bagi warga binaan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *