Pembinaan Kemandirian WBP Lapas Tobelo Melalui Program Pertanian Produktif

Perbankan10 Dilihat

Tobelo – Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat. Hal inilah yang terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tobelo di wilayah Maluku Utara melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.

Pada Jumat, 20 Februari 2026, kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali dilaksanakan di area kebun luar lapas yang berada di kawasan sekitar Tobelo. Program ini menjadi bagian dari implementasi pembinaan keterampilan kerja yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta kebijakan pembinaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.10 WIT dengan apel kesiapan yang dilaksanakan di pos Karupam dan dipantau langsung oleh staf kegiatan kerja (Giatja). Apel ini bertujuan memastikan kesiapan petugas maupun warga binaan yang mengikuti program serta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat orang WBP dilibatkan secara langsung untuk melakukan pembersihan area kebun serta perawatan tanaman yang berada di kebun samping dan kebun belakang lapas. Perawatan meliputi pembersihan gulma, penggemburan tanah, serta pengecekan kondisi tanaman agar tetap tumbuh dengan baik.

Pelaksanaan kegiatan pada pagi hari dipilih karena kondisi tanah masih memiliki kelembapan yang cukup sehingga sangat baik untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman. Selain itu, kegiatan rutin ini juga bertujuan membentuk disiplin kerja serta tanggung jawab warga binaan dalam mengelola lahan pertanian secara produktif.

Kalapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian merupakan salah satu langkah nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis. Dengan keterampilan tersebut, diharapkan para WBP dapat memiliki bekal usaha setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Selain memberikan manfaat keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan karakter melalui aktivitas kerja yang positif. Lingkungan kebun yang produktif diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan serta meningkatkan rasa percaya diri warga binaan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Pihak lapas akan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian dengan berbagai sektor keterampilan agar manfaatnya semakin luas bagi warga binaan.

Melalui program pertanian produktif ini, Lapas Kelas IIB Tobelo menunjukkan komitmennya dalam menjalankan fungsi pembinaan secara optimal, tidak hanya berorientasi pada pembinaan hukum, tetapi juga pada pembentukan keterampilan dan kemandirian warga binaan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *