Bantuan Rumah Rp341 Miliar Digelontorkan, 24 Daerah di Aceh Terima Stimulan Pascabencana

Pemerintah Aceh145 Dilihat

Banda Aceh – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana di Provinsi Aceh. Bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) diserahkan secara simbolis dan serentak di 24 kabupaten/kota, Jumat (13/2/2026).

Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan dipimpin secara terpusat oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Negara selalu hadir dalam setiap bencana,” ujar Safrizal di Banda Aceh.

Aceh Tamiang dan Aceh Timur Terima Terbesar

Safrizal merincikan, Kabupaten Aceh Tamiang yang menjadi wilayah terparah terdampak banjir dan longsor menerima bantuan untuk 2.813 kepala keluarga (KK) kategori rusak ringan dan 2.345 KK kategori rusak sedang. Total nilai bantuan yang dikucurkan mencapai Rp112,545 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Timur juga menerima bantuan dalam jumlah besar. Sebanyak 2.707 KK mendapatkan stimulan rumah rusak ringan dan 2.611 KK rusak sedang dengan total bantuan mencapai Rp118,935 miliar.

Di kabupaten/kota lainnya, bantuan juga disalurkan dengan rincian berbeda sesuai tingkat kerusakan, di antaranya:

Aceh Barat: 49 KK (RR) dan 24 KK (RS) dengan total Rp1,455 miliar.

Aceh Selatan: 233 KK (RR) dan 41 KK (RS) senilai Rp4,725 miliar.

Aceh Tenggara: 31 KK (RR) dan 34 KK (RS) sebesar Rp1,485 miliar.

Lhokseumawe: 23 KK (RR) dan 1.178 KK (RS) dengan total Rp35,685 miliar.

Nagan Raya: 89 KK (RR) dan 80 KK (RS) senilai Rp3,735 miliar.

Bener Meriah: 118 KK (RR) dan 84 KK (RS) sebesar Rp4,29 miliar.

Subulussalam: 1.043 KK (RR) dan 74 KK (RS) dengan total Rp17,865 miliar.

Aceh Singkil: 472 KK (RR) dan 48 KK (RS) sebesar Rp8,52 miliar.

Gayo Lues: 3 KK (RR) dan 9 KK (RS) dengan total Rp315 juta.

Selain itu, bantuan juga disalurkan di sejumlah daerah lain di Aceh sesuai hasil pendataan dan verifikasi lapangan.

Harapan untuk Pemulihan Cepat

Safrizal menegaskan, bantuan stimulan ini bertujuan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat agar dapat kembali menempati rumah yang layak huni. Skema stimulan memungkinkan warga melakukan perbaikan rumah secara mandiri dengan dukungan dana dari pemerintah.

“Insya Allah bantuan stimulan ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk merehabilitasi rumah masing-masing sehingga masyarakat dapat kembali hidup dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Program ini menjadi bagian dari langkah terpadu pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak tidak dibiarkan berjuang sendiri menghadapi dampak banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *