Tgk. Ahmada MZ Bertakziah ke Dayah Darul Huda Lueng Angen

Breakingnews100 Dilihat

Aceh Timur – Suasana haru menyelimuti Dayah Darul Huda, Lueng Angen, Jumat (13/2/2026). Sejumlah tokoh masyarakat, santri, dan warga tampak berkumpul dalam balutan suasana duka atas wafatnya Ummi Dayah setempat. Di tengah suasana tersebut, Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada, hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa dan doa.

Kehadiran Tgk. Ahmada menjadi bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga besar Dayah Darul Huda serta masyarakat Lueng Angen yang tengah berduka. Ia duduk bersila bersama para ulama dan jamaah, mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhumah.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Ahmada menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya Ummi Dayah yang selama ini dikenal sebagai sosok pendidik dan pembimbing umat. Menurutnya, kepergian almarhumah bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar dayah, tetapi juga bagi masyarakat luas yang merasakan manfaat dari dedikasi dan pengabdiannya.

“Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran dayah di Aceh sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Oleh karena itu, keberadaan dan kesinambungan lembaga pendidikan dayah harus terus mendapat perhatian dan dukungan bersama.

Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, mengiringi harapan agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah. Sejumlah santri terlihat menundukkan kepala, sementara jamaah lainnya mengangkat tangan, memohonkan ampunan dan rahmat bagi almarhumah.

Kehadiran Tgk. Ahmada di tengah masyarakat dalam momen duka ini menjadi simbol kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya. Tidak sekadar hadir secara formal, ia juga berbaur dan berbincang dengan keluarga serta tokoh dayah, memberikan dukungan moril secara langsung.

Takziah tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga silaturahmi antara umara dan ulama dalam membangun Aceh yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Di tengah kesibukan tugas kenegaraan, Tgk. Ahmada menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir bersama masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat berduka.

Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai bentuk solidaritas dan penguatan satu sama lain. Duka yang dirasakan bersama itu diharapkan menjadi penguat ukhuwah serta pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan dan pengabdian yang telah dirintis almarhumah semasa hidupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed