AMKI Bentuk Kepengurusan di Aceh, Pengelola Media Antusias Bergabung BANDA ACEH — Dunia media di Aceh

Breakingnews26 Dilihat

BANDA ACEH — Dunia media di Aceh mendapat angin segar setelah Pengurus Pusat Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) mengeluarkan mandat pembentukan kepengurusan organisasi tersebut di wilayah Aceh pada 11 Maret 2026. Kehadiran organisasi ini membuka peluang bagi para pemilik dan pengelola media di daerah untuk berhimpun dalam satu wadah kolaboratif guna memperkuat media konvergensi di era digital.
Secara nasional, AMKI dipimpin oleh Ketua Umum Tundra Meliala bersama Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat. Organisasi ini menghimpun perusahaan media lintas platform, mulai dari media cetak, elektronik, hingga media daring, dengan tujuan memperkuat integrasi konten serta meningkatkan profesionalisme industri media di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin cepat.
Ketua Umum AMKI, Tundra Meliala, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan daerah merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat jaringan media konvergensi di seluruh Indonesia. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong media lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat dan terpercaya.
“Media konvergensi memiliki peran penting sebagai penyaring sekaligus verifikator informasi. Karena itu, AMKI terus memperluas kepengurusan daerah agar ekosistem media yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap era digital dapat terbangun di seluruh Indonesia,” ujar Tundra, Sabtu (14/3/2026).
Kehadiran AMKI di Aceh pun mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku media lokal. Salah satu pengelola media online di Aceh, Mukhlis, mengaku antusias terhadap pembentukan organisasi tersebut di daerah.
Menurutnya, AMKI dapat menjadi ruang pertemuan gagasan sekaligus wadah kolaborasi bagi para pengelola media untuk saling menguatkan di tengah berbagai tantangan industri media yang terus berkembang.
“Kami menyambut baik kehadiran AMKI di Aceh. Saya bersama rekan-rekan pengelola media siap bergabung dan berkontribusi untuk mengembangkan AMKI di Aceh,” kata Mukhlis.
Ia menilai, melalui organisasi seperti AMKI, para pelaku media tidak hanya membangun jaringan profesional, tetapi juga memperkuat tanggung jawab moral media sebagai penjaga akurasi informasi di tengah derasnya arus berita di ruang digital.
Mukhlis berharap proses pembentukan kepengurusan AMKI di Aceh dapat segera terealisasi sehingga organisasi ini dapat menjadi rumah bersama bagi media lokal untuk tumbuh lebih kuat, profesional, dan berintegritas dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat.(**)