Jakarta – Bank Indonesia secara resmi menerbitkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 sebagai bentuk transparansi kebijakan kepada publik, sesuai amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diperbarui terakhir melalui UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Dalam pengantarnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan rasa syukur atas capaian positif perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025, (28/01/2026).
Di tengah tingginya gejolak ekonomi dan geopolitik global, Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat serta menjadi salah satu negara dengan kinerja terbaik di kelompok Emerging Market Economies (EMEs).
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap relatif tinggi, inflasi terjaga dalam sasaran 2,5±1%, serta stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terkendali berkat komitmen kuat kebijakan Bank Indonesia. Stabilitas sistem keuangan juga tetap solid, didukung permodalan perbankan yang kuat serta rendahnya risiko kredit bermasalah.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran berkembang pesat dan turut menopang ekosistem ekonomi-keuangan digital nasional, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
Capaian ini merupakan hasil sinergi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait. Pada tahun 2025, bauran kebijakan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan Program Asta Cita Pemerintah.
Beberapa langkah strategis yang ditempuh antara lain:
Penurunan BI-Rate sebanyak lima kali dengan total 125 bps menjadi 4,75% pada Desember 2025.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk menjaga ketahanan eksternal.
Ekspansi likuiditas moneter melalui strategi operasi moneter pro-market.
Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.
Insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong kredit ke sektor prioritas.
Akselerasi sistem pembayaran digital guna memperkuat ekonomi digital nasional.
Bank Indonesia menegaskan pentingnya menjaga optimisme sekaligus kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang masih berlanjut. Sinergi kebijakan ekonomi nasional dinilai perlu terus ditingkatkan, terutama dalam lima area utama: stabilitas makroekonomi, transformasi sektor riil, penguatan pembiayaan, digitalisasi ekonomi, serta kerja sama bilateral dan regional.
LPI 2025 mengangkat tema besar “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” yang dijabarkan dalam tujuh bab, mencakup kinerja ekonomi global, nasional, bauran kebijakan BI, hingga arah kebijakan tahun 2026.
Bank Indonesia berharap laporan ini menjadi referensi utama yang kredibel bagi publik dalam memahami perkembangan ekonomi Indonesia serta memperkuat optimisme menuju Indonesia Emas 2045.(**)












