Lapas Perempuan Ternate Gelar Upacara 17 Bulan Berjalan untuk Tumbuhkan Bela Negara

Nasional11 Dilihat

TERNATE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate terus berkomitmen membentuk karakter warga binaan yang berjiwa nasionalis dan cinta tanah air. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Upacara 17 Bulan Berjalan, yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, di lapangan upacara Lapas Perempuan Ternate.

Upacara yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut diikuti oleh pejabat struktural, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menariknya, dalam kegiatan ini para WBP turut berperan aktif sebagai petugas upacara, sebagai bagian dari program pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Perempuan Ternate, Nuraida Marsaoly, menekankan pentingnya memaknai upacara bukan sekadar sebagai rutinitas seremonial, melainkan sebagai sarana refleksi untuk menumbuhkan kesadaran bela negara dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara tanpa terkecuali. Status sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan tidak menghilangkan identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Rasa cinta kepada bangsa dan negara tetap dapat tumbuh, bahkan dari tempat yang terbatas sekalipun,” ujar Nuraida dalam amanatnya.

Ia menambahkan, implementasi nilai bela negara di lingkungan lapas dapat diwujudkan melalui sikap sederhana namun bermakna, seperti ketaatan terhadap peraturan, kedisiplinan, saling menghormati sesama, menjaga ketertiban, serta memiliki kemauan kuat untuk terus memperbaiki diri.

Program pembinaan melalui Upacara 17 Bulan Berjalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Lapas Perempuan Ternate. Kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari strategi pembinaan kepribadian, yang bertujuan membentuk warga binaan agar memiliki sikap mental positif, rasa tanggung jawab, dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, menyampaikan bahwa pembinaan karakter kebangsaan merupakan aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang mendorong perubahan sikap dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.

“Melalui kegiatan seperti upacara ini, kami berharap warga binaan dapat menumbuhkan kembali rasa percaya diri, semangat nasionalisme, serta kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan, upacara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan juga telah didokumentasikan dan dilaporkan secara berjenjang sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pimpinan.

Dengan pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pembentukan karakter, Lapas Perempuan Ternate optimistis dapat mencetak warga binaan yang lebih disiplin, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *