BANDA ACEH – Sinergi antara legislatif dan eksekutif di Kota Banda Aceh kembali membuahkan hasil nyata bagi masyarakat kurang mampu. Anggota DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari, bersama Wali Kota Banda Aceh, menyerahkan secara langsung satu unit rumah layak huni kepada Ratna Nila (61), warga Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Kamis (8/1/2026).
Penyerahan rumah tersebut berlangsung penuh haru. Selama bertahun-tahun, Ratna Nila harus tinggal bersama lima anggota keluarganya di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan dan tidak memenuhi standar kelayakan huni. Kini, harapan akan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan sehat akhirnya terwujud.
Rumah permanen tipe 36 berwarna putih itu dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh Tahun 2025. Pembangunan rumah tersebut bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) Aiyub Bukhari, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui wakil rakyat dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah daerah. Melalui proses pengusulan hingga penganggaran, bantuan rumah layak huni ini akhirnya dapat direalisasikan dan diserahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aiyub Bukhari atas komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi dalam bentuk pembangunan rumah.
“Mulai dari penyampaian aspirasi secara lisan hingga usulan resmi, alhamdulillah rumah ini akhirnya dapat dibangun dan diserahkan kepada warga yang membutuhkan. Ini bukti bahwa kolaborasi antara DPRK dan pemerintah kota mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen untuk menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Aiyub Bukhari menyatakan bahwa dana pokok pikiran yang dimilikinya memang diarahkan untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya melalui program rumah layak huni.
“Rumah adalah kebutuhan paling mendasar. Kami berharap bantuan ini dapat memberi rasa aman, kenyamanan, dan semangat baru bagi Bu Ratna dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi Ratna Nila, bantuan rumah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan harapan baru bagi masa depan keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya keluar dari kondisi hunian yang tidak layak.
“Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka bisa memiliki rumah seperti ini. Terima kasih kepada Pak Dewan dan Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah membantu kami,” ucapnya haru.
Program rumah layak huni ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga kurang mampu di Banda Aceh, sehingga semakin banyak keluarga yang dapat menikmati tempat tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat.(**)






