Hujan Deras Rendam Puluhan Rumah di Aceh Besar, Longsor Tutupi Akses Wisata Lhoknga

Aceh Besar61 Dilihat

ACEH BESAR – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Besar sejak akhir pekan lalu kembali menimbulkan dampak serius. Pada Senin (5/1/2026) sore, hujan deras menyebabkan banjir genangan di sejumlah kawasan pemukiman, khususnya di Komplek Villa Buana dan Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah. Puluhan rumah warga terendam air, memaksa masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengungkapkan bahwa genangan air sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Minggu (4/1/2026). Intensitas hujan yang terus meningkat dalam dua hari terakhir membuat debit air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

“Total ada 81 rumah dengan 336 jiwa yang terdampak banjir genangan ini. Penyebab utamanya adalah hujan deras dengan durasi cukup panjang,” ujar Ridwan, Selasa (6/1/2026).

Tak hanya banjir, hujan deras juga memicu terjadinya longsor di kawasan Gunung Gle Taron. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutupi badan jalan lintas Mata Ie–Lhoknga, yang selama ini dikenal sebagai jalur utama menuju sejumlah destinasi wisata favorit di Aceh Besar. Akibatnya, akses lalu lintas sempat terganggu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Ridwan menjelaskan, berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, kondisi cuaca saat ini berangsur membaik. Langit tampak cerah berawan dan tidak terjadi hujan, sehingga genangan air di pemukiman warga perlahan mulai surut. Meski demikian, BPBD Aceh Besar tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Walaupun air sudah surut, kami tetap siaga. Mengingat informasi dari BMKG menyebutkan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak lengah dalam menyikapi kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir genangan diminta untuk aktif bergotong royong membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing, agar aliran air dapat berjalan lancar saat hujan turun.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir luapan sungai maupun daerah perbukitan juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca, intensitas hujan, serta ketinggian air. Kewaspadaan ekstra juga ditekankan bagi warga yang melintas atau beraktivitas di daerah rawan longsor.

“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati, terutama saat melintasi kawasan yang rawan longsor. Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Ridwan.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dinilai sangat penting guna meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan bersama.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *