Aceh Tengah – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Sekitar 70 kepala keluarga (KK) dilaporkan terjebak banjir di Kampung Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, pada Minggu (4/1/2026). Debit air yang terus meningkat disertai arus deras dan material kayu hanyut membuat warga tidak dapat keluar dari kawasan terdampak, sehingga situasi dinilai semakin mengkhawatirkan.
Menurut keterangan warga setempat, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan hulu sejak beberapa hari terakhir menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman. Kenaikan air terjadi secara bertahap, namun pada Minggu pagi debit air kembali melonjak tajam, menutup akses jalan keluar masuk kampung.
“Air naik lagi dan arusnya deras. Banyak kayu besar ikut hanyut, jadi warga tidak berani menyeberang atau keluar kampung,” ujar salah seorang warga Kampung Kenawat. Kondisi ini membuat puluhan keluarga terisolasi, termasuk anak-anak, lansia, dan perempuan.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi fasilitas umum serta lahan pertanian. Sejumlah rumah dilaporkan terendam hingga setinggi lutut orang dewasa, sementara perabotan rumah tangga dan persediaan bahan makanan mulai rusak dan terancam habis. Warga terpaksa bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu bantuan datang.
Kondisi semakin berbahaya karena material kayu dan potongan batang pohon yang terbawa arus berpotensi merusak bangunan rumah. Selain itu, arus air yang deras dikhawatirkan dapat menyeret siapa pun yang mencoba melintas, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Warga Kampung Kenawat pun meminta bantuan segera dari pemerintah daerah dan pihak terkait, terutama untuk proses evakuasi, pendistribusian logistik, serta pengamanan wilayah. Hingga berita ini diturunkan, air dilaporkan masih terus naik dan hujan masih mengguyur sebagian wilayah Aceh Tengah.
Sementara itu, aparat desa dan relawan setempat telah berupaya melakukan pemantauan kondisi di lapangan sembari berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat. Warga berharap bantuan segera tiba sebelum situasi memburuk dan menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim penanggulangan bencana, menyediakan perahu evakuasi, serta mendirikan posko darurat bagi warga terdampak. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.(**)












