Aceh Tamiang — Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe (SLWN) Aceh menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dengan turun langsung bergotong royong membersihkan fasilitas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan sosial kemanusiaan ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dan lembaga adat Aceh di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Sejak pagi hari, puluhan pegawai dan relawan dari Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe tampak bahu-membahu membersihkan lumpur yang menggenangi ruang kelas, lorong sekolah, hingga halaman sekolah yang tertimbun material sisa banjir.
Dengan mengenakan seragam merah khas relawan dan perlengkapan kerja seperti sepatu bot, sarung tangan, sekop, serta gerobak dorong, para relawan bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur tebal yang menutupi lantai kelas, meja, kursi, dan fasilitas belajar lainnya diangkut keluar sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Selain membersihkan ruang kelas, para relawan juga menyasar ruang guru, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya yang terdampak cukup parah. Aksi gotong royong ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan solidaritas, sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang menjunjung tinggi kerja sama dan kepedulian sosial.
Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk selalu hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam situasi darurat, khususnya dalam upaya pemulihan sektor pendidikan yang menjadi fondasi masa depan generasi muda Aceh.
Pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi bantuan tenaga serta kepedulian yang diberikan. Dengan adanya gotong royong tersebut, beban sekolah dalam membersihkan lingkungan pascabencana menjadi jauh lebih ringan, sekaligus mempercepat persiapan sekolah untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat Aceh, serta menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dan bangkit dari berbagai bencana alam yang terjadi.(**)












