Aceh Harap Perhatian Serius Pusat untuk Rehabilitasi Pascabencana

Pidie Jaya — Di sela kunjungan kerja di Kabupaten Pidie Jaya, rombongan yang turut mendampingi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyampaikan harapan besar agar tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana benar-benar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antardaerah, tetapi juga momentum penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana alam. Berbagai usulan strategis turut disampaikan, mulai dari kebutuhan dasar masyarakat terdampak hingga program pemulihan jangka panjang.

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah usulan Wakil Gubernur Aceh terkait bantuan sebesar Rp100 juta untuk setiap rumah warga terdampak bencana. Usulan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mempercepat pemulihan hunian masyarakat yang rusak berat maupun ringan, sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak dan aman.

Selain itu, dukungan nyata juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menunjukkan solidaritasnya kepada Aceh melalui program beasiswa bagi putra-putri Aceh. Program tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh, sekaligus simbol kuat bahwa kepedulian antardaerah tetap terjaga dalam bingkai persatuan nasional.

“Bantuan yang diberikan, baik dalam bentuk dukungan fisik maupun peningkatan kualitas pendidikan, sangat berarti bagi Aceh. Ini menunjukkan bahwa Aceh tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit pascabencana,” disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah dan perhatian pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif dan berkeadilan.

“Kami sangat mengapresiasi setiap bentuk kepedulian dan dukungan yang diberikan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lain seperti Kalimantan Timur. Namun yang terpenting, seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Illiza.

Menurut Illiza, pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Ia berharap pemerintah pusat dapat menjadikan Aceh sebagai prioritas, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan oleh bencana terhadap berbagai sektor.

Kunjungan dan dialog yang berlangsung di Pidie Jaya tersebut diakhiri dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, doa, dan perhatian bagi Aceh. Harapan besar disematkan agar sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga, sehingga Aceh dapat bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan.

“Solidaritas ini menjadi penguat semangat bagi masyarakat Aceh bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Dukungan yang terus mengalir adalah bukti nyata persaudaraan dan kepedulian sesama anak bangsa,” tutup Illiza.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *