Banda Aceh Sambut Tahun Baru 2026 dengan Ketertiban dan Nuansa Ibadah, Wali Kota Illiza Apresiasi Kepatuhan Warga

Pemko Banda Aceh122 Dilihat

BANDA ACEH – Kota Banda Aceh kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Perayaan malam pergantian tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa pesta kembang api, petasan, balapan liar, maupun aktivitas lain yang berpotensi melanggar ketentuan syariat dan ketertiban umum.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh masyarakat atas kepatuhan dan kedewasaan dalam menyikapi pergantian tahun. Menurutnya, suasana yang tenang dan penuh keteduhan menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga kota.

“Alhamdulillah, malam tahun baru 2026 di Kota Banda Aceh berjalan dengan sangat baik, sepi dari aktivitas hura-hura, tanpa kembang api, petasan, balapan liar, dan kegiatan lain yang melanggar syariat Islam,” ujar Illiza.

Patroli Bersama Wakil Wali Kota dan Forkopimda

Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Wali Kota Illiza bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran terkait turun langsung melakukan patroli ke sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian.

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Beberapa ruas jalan utama, kawasan publik, dan titik-titik strategis kota dipantau secara langsung guna memastikan tidak terjadi pelanggaran ketertiban maupun gangguan keamanan.

“Kami ingin memastikan langsung bahwa Banda Aceh benar-benar aman dan tertib. Kehadiran pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda adalah bentuk komitmen bersama menjaga marwah kota,” kata Illiza.

Wujud Kesadaran Kolektif Masyarakat

Wali Kota menilai ketenangan malam tahun baru ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata hasil pengawasan aparat, melainkan buah dari kesadaran warga yang memahami nilai-nilai agama dan kearifan lokal Aceh.

“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Banda Aceh yang telah mematuhi seruan pemerintah. Ini menunjukkan kedewasaan dan kecintaan kita bersama terhadap syariat Islam serta ketertiban kota,” ungkapnya.

Momentum Muhasabah dan Doa

Lebih lanjut, Illiza mengajak seluruh masyarakat menjadikan awal tahun 2026 sebagai momentum muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak ibadah, serta memperkuat doa demi masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai titik evaluasi diri dan penguatan komitmen untuk berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Banda Aceh.

“Marilah kita isi tahun baru ini dengan memperbanyak ibadah, muhasabah, serta doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan, keberkahan, dan keselamatan bagi Banda Aceh,” tuturnya.

Banda Aceh Kota Kolaborasi

Wali Kota juga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ketertiban malam tahun baru merupakan bukti nyata semangat kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat, sejalan dengan visi Banda Aceh Kota Kolaborasi.

Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam mendukung pembangunan kota yang berlandaskan nilai religius, sosial, dan budaya Aceh.

“Inilah Banda Aceh yang kita cita-citakan, kota yang damai, religius, dan beradab, dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkas Illiza.

Dengan suasana yang aman dan penuh keteduhan, Banda Aceh mengawali tahun 2026 tanpa gegap gempita, namun sarat makna dan nilai, mempertegas identitasnya sebagai Serambi Mekkah yang menjunjung tinggi syariat Islam dan keharmonisan sosial(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *