Kunjungan Kedua Prabowo ke Aceh Tamiang Diharap Bukan Sekadar Seremoni

Aceh Tamiang15 Dilihat

Aceh Tamiang – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat setempat menaruh harapan besar agar kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu tidak berhenti pada agenda simbolik semata, melainkan mampu membawa perubahan nyata dalam percepatan penanggulangan bencana yang telah melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan.

Bencana banjir dan dampak turunannya telah meninggalkan persoalan serius bagi warga Aceh Tamiang. Ribuan keluarga terdampak masih berjuang memulihkan kehidupan mereka, mulai dari kehilangan tempat tinggal, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Dalam kondisi tersebut, kunjungan presiden diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian masalah, bukan sekadar kunjungan seremonial yang berlalu tanpa tindak lanjut konkret.

Direktur Eksekutif Lembaga Lembah Tamiang Lestari (Lembahtari), Sayed Zainal, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang. Karena itu, menurutnya, pemerintah pusat harus memastikan adanya langkah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat setelah kunjungan berakhir.

“Yang perlu kita garis bawahi, ini sudah kunjungan yang kedua. Jangan sampai menimbulkan kesan bahwa kehadiran presiden hanya bersifat seremoni. Kami tidak ingin setelah beliau kembali ke Jakarta, penanganan bencana justru berjalan lamban seperti sebelumnya,” ujar Sayed.

Ia menilai, masih banyak persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat, mulai dari percepatan pembangunan hunian layak bagi korban banjir, pemulihan infrastruktur rusak, hingga kejelasan skema bantuan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Tanpa kebijakan yang tegas dan pengawalan yang kuat, kunjungan presiden dikhawatirkan hanya menjadi catatan agenda tanpa dampak signifikan di lapangan.

Sayed juga menekankan pentingnya komitmen lintas kementerian dan lembaga dalam menindaklanjuti hasil kunjungan presiden. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan peninjauan lokasi atau dialog singkat, tetapi harus diikuti dengan keputusan strategis, alokasi anggaran yang memadai, serta pengawasan pelaksanaan di daerah.

Harapan serupa disuarakan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang hingga kini masih berada dalam kondisi sulit. Mereka berharap kehadiran Presiden Prabowo menjadi titik balik percepatan penanganan bencana, sekaligus memastikan negara benar-benar hadir dalam situasi darurat yang mereka alami.

Dengan besarnya ekspektasi publik, kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang kini dipandang sebagai ujian komitmen pemerintah pusat dalam menangani bencana secara serius, berkelanjutan, dan berpihak pada korban. Masyarakat menanti bukan hanya janji, tetapi bukti nyata pascakunjungan tersebut.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *