Respon Cepat Pemerintah: 600 Unit Hunian Danantara Hadir untuk Warga Aceh Tamiang

Berita185 Dilihat

ACEH TAMIANG – Di awal tahun 2026, optimisme baru menyelimuti warga Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan Rumah Hunian Danantara, sebuah proyek strategis nasional untuk pemulihan pasca-bencana, pada Kamis (1/1/2026).

Akselerasi Pembangunan Melibatkan 7 BUMN

Sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) kini tengah dikebut pengerjaannya. Tak tanggung-tanggung, demi percepatan pembangunan, pemerintah mengerahkan 1.000 tenaga kerja yang berasal dari sinergi 7 BUMN Karya. Pengerjaan dilakukan tanpa henti dengan sistem tiga shift, menunjukkan komitmen tinggi negara dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat tinggal.

Fasilitas Komprehensif: Dari Sanitasi hingga Akses Digital

Hunian Danantara tidak sekadar membangun atap untuk berteduh, melainkan sebuah kawasan terpadu yang manusiawi. Fasilitas pendukung yang disediakan meliputi:

– 120 titik toilet dan kamar mandi yang layak.
– 14 unit dapur umum dan 14 musala yang tersebar merata di area hunian.
– Area bermain anak untuk mendukung pemulihan trauma (trauma healing).

Keunggulan lain dari hunian ini adalah dukungan teknologi berupa akses Wi-Fi gratis dan listrik bagi seluruh pengungsi. Langkah ini diambil agar aktivitas belajar anak-anak dan produktivitas harian warga tetap berjalan meski berada di masa transisi.

Sorotan Pengamat: Wujud Nyata Kehadiran Negara

Pembangunan kilat dengan fasilitas lengkap ini mendapat apresiasi khusus dari Drs. Isa Alima, seorang Tokoh sekaligus Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh.

Dalam keterangannya, Drs. Isa Alima menekankan bahwa standar huntara kali ini jauh lebih tinggi dan sangat memperhatikan aspek martabat manusia.

“Kehadiran negara dalam percepatan hunian sementara yang layak ini patut kita dukung dan apresiasi setinggi-tingginya. Pembangunan yang komprehensif ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan tempat bernaung, tapi juga menjamin kualitas hidup warga di dalamnya,” ujar Drs. Isa Alima.

Beliau juga menambahkan bahwa integrasi fasilitas wifi dan listrik gratis adalah langkah visioner dalam mendukung pendidikan anak-anak di pengungsian di era digital ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *