Pemerintah Kembali Kirim 30 Sorti Bantuan Udara, Warga Terisolir di Aceh Tengah dan Timur Jadi Prioritas

Pemerintah Aceh54 Dilihat

BANDA ACEH – Upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh terus berlanjut. Pada Selasa, 30 Desember 2025, tim gabungan kembali mengerahkan 30 sorti atau misi penerbangan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara ke sejumlah wilayah Aceh bagian tengah dan timur yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses darat.

Pengiriman bantuan melalui udara ini menjadi solusi utama untuk menjangkau daerah-daerah yang masih terisolir akibat kerusakan infrastruktur, jalan terputus, serta kondisi geografis yang sulit dijangkau pascabanjir dan longsor. Fokus utama pendistribusian adalah kebutuhan sandang dan pangan bagi warga terdampak agar tetap terpenuhi.

Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada masyarakat yang luput dari bantuan, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil dan terisolasi.

“Bantuan yang dikirim melalui udara ini merupakan upaya memastikan warga di daerah terisolir, khususnya, tetap mendapatkan pasokan logistik yang cukup,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

Menjangkau Delapan Daerah Terdampak

Menurut Murthalamuddin, bantuan udara tersebut akan disalurkan ke sejumlah kabupaten dan kota yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi. Daerah tujuan distribusi meliputi Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara, serta Kota Lhokseumawe.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan suplai logistik tambahan, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh jalur distribusi darat. Cuaca yang fluktuatif dan kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyaluran bantuan.

Gunakan Helikopter Berkapasitas Hingga 1,5 Ton

Untuk mendukung kelancaran misi kemanusiaan tersebut, pemerintah mengerahkan sejumlah armada udara, termasuk Helikopter Sikorsky. Pesawat ini digunakan karena memiliki daya angkut besar serta kemampuan mendarat di medan yang terbatas.

Beberapa titik penyaluran bantuan antara lain Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, dengan kapasitas angkut mencapai 1,5 ton logistik, serta Desa Simpang Tiga Uning, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang juga menerima bantuan dengan kapasitas serupa.

Logistik yang dikirim mencakup bahan makanan pokok, kebutuhan sehari-hari, serta perlengkapan penting lainnya yang dibutuhkan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Komitmen Pemerintah Pastikan Logistik Aman

Pemerintah Aceh bersama instansi terkait memastikan bahwa pengiriman bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Evaluasi kondisi wilayah terdampak dan laporan dari aparat setempat menjadi dasar penentuan prioritas distribusi.

Murthalamuddin menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi lintas sektor agar proses penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan, terutama mereka yang saat ini masih terisolir,” katanya.

Dengan dukungan armada udara dan kerja sama berbagai pihak, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh dapat terus terpenuhi, sembari menunggu pemulihan akses darat dan infrastruktur yang rusak.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *