Kadishub Aceh Tinjau Akses Transportasi Pascabencana di Bener Meriah, Bandara Rembele Jadi Andalan Distribusi Logistik

Bener Meriah – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal, melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Bener Meriah untuk memantau langsung kondisi infrastruktur transportasi dan akses jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kunjungan tersebut dilakukan pada Rabu, 31 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Aceh memastikan konektivitas wilayah dan keselamatan masyarakat pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Teuku Faisal didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir. Keduanya meninjau sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan akibat longsor, salah satunya di kawasan jalan pacuan kuda, yang sempat terdampak cukup parah dan mengganggu mobilitas warga.

Selain melihat kondisi fisik jalan, peninjauan juga difokuskan pada evaluasi jalur alternatif dan jalur baru yang telah difungsikan untuk sementara waktu. Pada kesempatan itu, Kadishub Aceh dan jajaran Dishub Bener Meriah mendiskusikan rencana pemasangan rambu-rambu lalu lintas serta penunjuk arah di sejumlah titik strategis guna memberikan informasi yang jelas bagi pengguna jalan.

Menurut Teuku Faisal, pemasangan fasilitas keselamatan jalan di jalur alternatif maupun jalur baru menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan selamat di tengah kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih.

“Kita ingin memastikan bahwa jalur-jalur alternatif yang digunakan masyarakat dilengkapi dengan rambu dan penunjuk arah yang memadai, terutama di titik-titik rawan. Dengan begitu, potensi kecelakaan lalu lintas bisa ditekan,” ujar Teuku Faisal.

Ia berharap, pada setiap titik rawan longsor dan jalur pengalihan arus, tersedia fasilitas keselamatan jalan yang cukup, sehingga pengguna jalan tidak kebingungan dan tetap merasa aman saat melintas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, setelah melakukan peninjauan lapangan, Kadishub Aceh menyerahkan 7 unit water barrier untuk ditempatkan di titik-titik rawan yang terdampak longsor. Selain itu, Dishub Aceh juga menyerahkan 15 unit mantel hujan serta 6 unit stick lamp yang akan digunakan oleh petugas lapangan yang berjaga, terutama pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Perlengkapan ini diharapkan dapat membantu petugas dalam menjalankan tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Pada hari yang sama, Teuku Faisal melanjutkan kunjungannya ke Bandara Rembele, salah satu infrastruktur vital di wilayah tengah Aceh. Ia meninjau langsung aktivitas penerbangan dan distribusi logistik yang berlangsung selama masa tanggap darurat bencana.

“Bandara Rembele berperan sangat penting sebagai pusat distribusi logistik dan evakuasi masyarakat di wilayah tengah Aceh, terutama ketika jalur darat terputus akibat bencana,” ujar Teuku Faisal melalui akun media sosial resminya, @teuku_fsl.

Sementara itu, Kepala UPBU Rembele, Sofyan Rasad, menyampaikan bahwa selama masa tanggap darurat, aktivitas penerbangan di Bandara Rembele mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, bandara tersebut melayani hingga 64 penerbangan per hari, dengan berbagai jenis pesawat, mulai dari pesawat berbadan kecil hingga pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-300.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa penerbangan reguler yang dilayani oleh Maskapai Wings Air dan Susi Air menunjukkan tingkat keterisian penumpang yang cukup tinggi, yakni mencapai 85 persen. Bahkan, Susi Air beberapa kali menambah jadwal penerbangan atau extra flight untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat.

“Permintaan penerbangan sedang tinggi, sehingga Susi Air beberapa kali melakukan extra flight untuk melayani kebutuhan masyarakat,” jelas Sofyan.

Dengan dukungan transportasi udara melalui Bandara Rembele serta penanganan akses jalan di berbagai titik terdampak, Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan pascabencana di Bener Meriah dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan keselamatan, kelancaran distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah situasi darurat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed