BIREUEN – Di tengah duka bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, kepedulian terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPD RI asal Aceh, Tgk Ahmada MZ, yang kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
Pada Minggu (7/12/2025), senator asal Tanah Rencong tersebut menyambangi tiga dayah besar di Kabupaten Bireuen yang selama ini juga ikut merasakan dampak bencana. Ketiga dayah itu ialah Dayah Mudi Mesra Samalanga, Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, serta Dayah Ihyaul Ulum Al Aziziyah.
Antar Bantuan, Sapa Santri, dan Tinjau Kondisi Lapangan
Dalam kunjungan tersebut, Tgk Ahmada menyerahkan berbagai bantuan logistik yang dibutuhkan oleh para santri dan keluarga besar dayah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban serta memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.
Kedatangannya juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan dayah serta berbincang langsung dengan para santri yang tetap tegar meski kondisi sekitar tengah dilanda musibah. Ia kemudian meninjau beberapa titik lokasi yang terdampak untuk melihat kondisi terkini sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan mendesak di lapangan.
Ajak Masyarakat Tetap Tabah dan Saling Menguatkan
Dalam keterangannya, Tgk Ahmada menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Bireuen dan Aceh secara umum. Ia mengajak semua pihak untuk tetap sabar, kompak, serta memperbanyak doa agar bencana segera berlalu.
“Semoga bencana ini segera berakhir sehingga keluarga besar dayah dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Mari kita doakan Bireuen, Aceh, dan wilayah lainnya dijauhkan dari bencana. Semoga cobaan ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan kesabaran kita semua,” ujarnya.
Kehadiran Tgk Ahmada di lokasi bencana menjadi bentuk nyata dari kepedulian wakil daerah terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Langkah ini juga mempertegas komitmennya untuk terus berada di tengah rakyat Aceh, terutama di saat-saat paling sulit.(**)






